Kamis, 19 November 2009

Jangan Terjadi Lagi Kelaparan Di Armina




Menag: Insya Allah Ibadah
Haji Tahun Ini Lebih Baik




Teks Foto: Menag Suryadharma Ali berbicara kepada para wartawan di Terminal Haji Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Kamis pagi (19/1) sesaat sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Jakarta: Menteri Agama Suryadharma Ali berharap pelaksanaan ibadah haji tahun 1430 H/2009 M lebih baik dari tahun sebelumnya, sehingga tidak terjadi lagi masalah yang berakibat jamaah menjadi korban seperti kasus katering.
"Mengenai katering yang penting jangan terjadi kelaparan, " kata Menag kepada wartawan , Kamis (19/11) di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, sesaat sebelum bertolak ke Tanah Suci Kamis pagi (19/11).
Dia berangkat didampingi Ny. Indah Suryadharma bersama para jamaah asal Jawa Barat yang tergabung dalam kloter 75 JKS.
Menurut Menag, masalah katering yang terjadi tahun 2006 sebenarnya berawal dari maksud yang baik sebagai usaha efisiensi. Karena saat itu katering yang dinikmati jamaah dirasakan lebih mahal daripada haji khusus, tetapi kualitas menunya justru lebih rendah. Lalu kemudian dicari solusi untuk mensiasati masalah tersebut.
"Ternyata tidak mampu, memang tidak mudah memobilisasi konsumsi makan 200 ribu jamaah," katanya.
Lebih lanjut Menag mengungkapkan, masalah pemondokan jamaah haji di Makkah akan terus dibenahi, sehingga diharapkan pada tahun mendatang jarak terjauh pemondokan ke Masjidil Haram menjadi berkurang dari 7 km menjadi 4 km.
"Ini insya Allah, kami menargetkan pada tahun 2010 pemondokan paling jauh 4 km dari Masjidil Haram," janjinya.
Menurut Menag, bila target tersebut tercapai akan berpengaruh pada transportasi jamaah di kota Makkah, yang pada musim haji tahun 1430 H/2009 ini sebagai masalah krusial.
"Kalau pemondokan haji terjauh 4 km, maka transportasi sudah tidak perlu lagi. Apalagi mendekati musim puncak haji, kawasan 4 km sebelum Masjidil Haram sudah macet. Jadi jamaah lebih cepat jalan kaki menuju Masjidil Haram, daripada naik bus."
Menag menjelaskan, pada tahun ini pemondokan di Makkah yang terjauh 7 km dari Masjidil Haram, sehingga transportasi sangat penting. Untuk itu Pemerintah RI telah bekerja sama dengan muasassah untuk menyediakan bus-bus yang mengangkut bagi jamaah haji Indonesia menuju masjid terbesar di muka bumi ini.
"Tapi bus-bus tersebut tidak bisa merapat, kecuali 2km dari masjid, apalagi pada kondisi saat ini kepadatan luar biasa," katanya.
Disamping itu, lanjutnya, masih terdapat kendala antara lain, sopir bus yang bukan orang asli Makkah, mereka datang dari berbagai negara, sehingga nyasar. Juga munculnya peraturan lalu lintas di Makkah yang sering berubah-ubah. "Semula jalan ini boleh dilewati, lalu tidak boleh pada saat-saat tertentu, sehingga membuat bingung."
Hal lain adalah kemacetan yang luar biasa sehingga trayek bus tidak lancar. Dan persoalan juga muncul datang dari jemaah sendiri, pasalnya banyak yang baru pertama kali ke luar negeri, pertama kali naik pesawat.
"Ada jamaah yang tidak teliti naik saja bus, potensi nyasar," kata Menag. DJO

Senin, 02 November 2009

Pupuk Herbafarm Berpotensi Cerah


Dongkrak Hasil Panen 40 Persen


Teks foto: Dirut Sido Muncul, Irwan Hidayat (paling kiri) menyerahkan bantuan pompa air kepada para petani yang diterima secara simbolis oleh Kepala Dinas Ketahanan pangan dan Penyuluhan Kabupaten Cirebon, Riyanto Adiputro ( dua dari kiri). Irwan juga memebrikan bantuan pupuk kepada Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Astanalanggar, Cirebon.

Cirebon: Para petani bawang merah yang terhimpun dalam gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Astanalanggar, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, memanfaatkan limbah jamu Sido Muncul untuk dijadikan pupuk bio organik di lahan holtikultura mereka.
Pupuk tersebut menurut para petani bisa menghemat biaya produksi hampir 50 persen, dan produktivitas panen meningkat 40 persen.
Menurut para petani, pupuk bio organik yang sudah berbentuk cair tersebut telah diujicobakan di 15 hektare tanaman bawang merah, bahkan sudah melakukan panen raya perdana yang melibatkan sedikitnya 1.000 petani dan buruh tani di Losari.
Kelompok petani bawang merah di wilayah Kabupaten Cirebon bagian timur tersebut merupakan salah satu kelompok percontohan yang digagas PT. Sido Muncul dan PT. Nutrend Internasional dalam mengembangkan penggunakan pupuk bio organik Herbafarm berupa hasil pengolahan limbah produksi jamu PT. Sido Muncul.
Menurut Ketua Gapoktan Losari, Warsa, dengan menggunakan pupuk tersebut, para petani bisa menekan biaya produksi sampai dengan 50 persen. Di samping itu, hasil produksinya juga meningkat 40 persen. Lahan satu hektar yang biasanya hanya menghasilkan 25 ton bawang, setelah pake pupuk Herbafarm, panennya naik 40 persen.
“Pukuk jenis ini sangat prospektif untuk dikembangkan pada lahan pertanian di wilayah Kabupaten Cirebon, khsusunya petani bawang dan tanaman holtikultura lainnya, seperti petani padi, bawang atau kacang panjang,” kata Warsa.
Wiraatmaji, perwakilan petani dari Subang menambahkan, dengan menggunakan pupuk bio organik Herbafarm, hasil produksi para petani bawang merah yang berada di kelompoknya mengalami peningkatan yang cukup besar.
“Biasanya, jika menggunakan pupuk biasa (kimia) dalam satu hektare hanya menghasilkan sekitar 4 ton bawang merah. Namun setelah memanfaatkan jenis pupuk dari limbah jamu itu bisa menghasilkan 6 sampai 7 ton bawang merah,” katanya.
Direktur Utama PT. Sido Muncul, Irwan Hidaya mengatakan, selain di Kabupaten Cirebon, pupuk bio organik tersebut sudah digunakan pula oleh para petani di Kabupaten Sumedang. Selama pada tahap sosialisasi, pihaknya baru mampu memproduksi sekitar 30 ton per bulan.
“Apabila minat para petani menggunakan pupuk jenis itu besar, sebetulnya sudah mampu memproduksi Herbafarm sebanyak 50 ton dalam sehari,” katanya.
Herbafarm di formulasi dari hasil produk samping jamu yang berbahan baku tanaman obat dan rempah-rempah. Pupuk ini
diproduksi melalui proses biological complexion prcsess ( BCP ).
Herbafarm diformulasi secara khusus dengan diperkaya mikroba – mikroba yang menguntungkan, penambat N, penambat K dan penambat P, hormon pertumbuhan unsurhara makro mikro dan unsur unindentified growth factor ( UGF ) yaitu formula khusus yang sangat bermanfaat bagi tanaman.
Herbafarm dengan aplikasi yang tepat dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia, mengurai residu kimia yang terikat dalam tanah dan meningkatkan produktifitas atau hasil panen tanaman.
Herbafarm bisa diaplikasikan untuk tanaman pangan, sayur dan tanaman tahunan ( keras ). DJO

Kamis, 29 Oktober 2009

Depag Gelar ACIS IX Di Surakarta



Teks foto: Prof Dr Mohammad Ali, Dirjen Pendidikan Islam Depag (tengah) dan Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam, Prof Dr Machasin (kanan)



Jakarta: Departemen Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam akan menggelar Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) ke-9 di Surakarta, Jawa Tengah pada 2 hingga 5 November 2009 mendatang.
ACIS bertujuan menginspirasi dan mendorong para sarjana dan ilmuwan serta pemerhati kajian Islam di Indonesia untuk mendiskusikan arah kajian Islam di masa depan.
``Ini merupakan momentum yang tepat bagi ilmuwan, cendekiawan, pemerhati ilmu-ilmu keislaman di lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) dan lembaga-lembaga lain untuk merumuskan kembali kajian keislaman yang cocok, sesuai dan mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia Islam,`` kata Prof Dr. Mohammad Ali, Dirjen Pendidikan Islam Depag.
Menurut Mohammad Ali, PTAI yang berjumlah 593 lembaga dengan pakar keislaman mencapai seribu orang lebih merupakan potensi yang luar biasa untuk menjadi pusat pengembangan dan kajian ilmu-ilmu keislaman di Indonesia.
``Sebagai forum tahunan, ACIS ini adalah media yang representatif untuk sosialisasi gagasan, penyebaran ide, presentasi hasil penelitian dan penemuan-penemuan ilmiah yang dihasilkan selama ini,’’ katanya.
Barometer perkembangan ilmu-ilmu keislaman di PTAI akan sangat ditentukan oleh seberapa besar keterlibatan pakar ke-Islaman dalam forum ini. Adapun tujuan penyelenggaraan ACIS untuk merumuskan kembali kajian keislaman di PTAI dalam meningkatkan relevansi kajian ke-Islaman dengan persoalan-persoalan kemasyarakatan dan kebangsaan. Juga bertujuan mencari masalah untuk memecahkan masalah atau memberi solusi atas persoalan kebangsaan dari segi ilmu-ilmu keislaman.
Sementara itu Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam, Prof Dr Machasin menambahkan, ACIS kali ini akan diikuti oleh 750 hingga 1000 peserta dari berbagai unsure, antara lain dari rektor dan ketua PTAI se-Indonesia; direktur pascasarjana PTAI; pengelola PTAI se-Indonesia; peneliti dan dosen PTAI serta pengamat studi keislaman dari sejumlah negara seperti Eropa, ASEAN dan Timur Tengah.
Tampil sebagai keynote speaker Kepala Litbang dan Diklat depag, Prof Dr, Atho Mudzhar. Juga tampil sebagai pembicara antara lain Amin Abdullah (Rektor UIN Yogyakarta), Imam Suprayogo (Rektor UIN Malang), Masykuri Abdullah (Guru Besar UIN Jakarta), Bambang Pranowo (Staf Ahli Dephan serta Mohammad Ali (Dirjen Pendis Depag). Menurut Machasin, selain pembicara dari dalam negeri akan tampil pembicara dari Mesir dan Lebanon. Pada penyelenggaraan ACIS ke-9 ini juga akan digelar Islamic book fair, pameran Islamic Trading and Finance serta bazar produk makanan dan pakaian serta city tour. DJO

Selasa, 20 Oktober 2009

Menyingkap Misteri Dahsyatnya Berbagi (4-habis)





Hoby “Blusukan’’ Ke Pasar-Pasar Tradisional Di Seluruh Tanah Air


Teks foto: Tim Kuku Bima Energi bersama bintang iklan, Dony Kesuma, dan petinggi PT Sido Muncul, Linawati mengunjungi Pasar Mardika dan Pasar Batu Merah di Ambon, beberapa waktu yang lalu.

Jakarta: Dalam perjalanan ke mana saja, terutama ke pasar-pasar (tradisional), pria berpenampilan sederhana ini sering mampir di warung atau kios dan berdialog dengan tukang warung. Bahkan tak jarang Irwan Hidayat mendorong staf-stafnya, ditemani ikon iklan Kuku Bima Energy, Dony Kesuma dan yang lain, juga mengunjungi pasar-pasar (tradisional).
’’Itulah gunanya kalau kita turun langsung ke lapangan. Kita jadi tahu persis apakah produk kita sudah sampai di desa-desa atau belum. Saya bisa tahu apakah produk Sido Muncul ada atau tidak di suatu daerah,’’ ujarnya.
(Setiap kali menjumpai produk PT Sido Muncul, Irwan Hidayat melihatnya berlama-lama dan kemudian mengarahkan kamera dan memotretnya. Dia juga berdialog dengan ibu-ibu pemilik warung dan kios tentang distribusi produknya di situ. Jika ada kompetitornya, Irwan juga memotret.)
Pria penggemar fotografi ini memang dikenal konsisten, dan fokus menjaga pasar di dalam negeri. Itulah makanya dia mempunyai hoby “blusukan” (keluar-masuk) ke pasar-pasar tradisional. Dia memang ingin menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jadi, sebetulnya dia tidak terlalu bermimpi untuk mengekspor produk-produknya.
‘’Buat saya, nomor satu itu menjaga kandang sendiri. Kita boleh membuat front. Aneh jika di Indonesia sendiri ternyata obat-obat asing yang merajai. Sekarang ada gejala orang kita malah memopulerkan obat-obatan asing,’’ katanya.
Contohnya, buah yang ditanam di Depok tetap dibilang jambu bangkok. Kesadaran itu yang harus ditumbuhkan. Kalau kita ingin sukses, kita harus belajar menghormati diri sendiri. Menghormati produk sendiri.
Meskipun demikian, Irwan juga mengekspor produk Sido Muncul. Sebagian besar ke Malaysia, negara-negara ASEAN, Rusia, Timur Tengah. Respons pasar di luar negeri bagus sekali. Indonesia ini memang dikenal sebagai negara yang punya keanekaragaman hayati sangat besar.
Sejak dulu pria kelahiran Jogyakarta ini berupaya mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan produk jamu. Bahkan, sebenarnya tidak cuma mengajak, tetapi yang paling penting membuat produk yang paling sesuai, produk berkualitas. (DJO)

Menyingkap Misteri Dahsyatnya Berbagi (3)




‘’Chris John Itu Membawa Hoki’’


Jakarta: Kuku Bima Energi, salah satu produk Sido Muncul mengunakan juara dunia tinju, Chris John, sebagai bintang iklan.
Ceritanya begini, sebagaimana ditutuirkan Irwan Hidayat.
“Chris John itu salah satu hoki (keberuntungan) saya. Dan, puji Tuhan, saya sudah banyak mendapat hoki dari Tuhan. Ceritanya begini. Suatu saat saya ikut rapat Yayasan Soegiyopranata di Semarang. Tiba-tiba Uskup Semarang Mgr Ignatius Suharyo mengatakan, "Pak Irwan, bagaimana kalau Chris John dipakai sebagai bintang iklan?"
Awalnya saya hanya tersenyum karena tidak tertarik. Tapi malamnya saya tergiang-ngiang ucapan Bapk Uskup Semarang. Lha, yang nyuruh Uskup, bukan orang biasa. Akhirnya, saya berusaha untuk mempertimbangkan usulan Bapak Uskup.
Kami mulai menawar, tapi manajernya Chris John minta Rp 1,5 miliar. Sementara perusahaan lain memintanya Rp 200 juta. Saya pikir ini kok kontras sekali antara Rp 1,5 miliar dan Rp 200 juta. Saya sempat bimbang antara kasihan sama Chris yang cuma dihargai Rp 200 juta, tapi kalau dijadikan bintang iklan terlalu mahal.
Dalam suatu kesempatan saya bertemu Chris John dan foto bersama. Ndilalah, foto saya dan Chris John dimuat di media massa. Akibatnya, perusahaan itu khawatir Chris John dipakai Sido Muncul lalu menaikkan tawaran. Singkat cerita, Chris John akhirnya menjadi bintang produk PT Sido Muncul. Ini jelas hoki karena prestasi Chris John sangat bagus.”
Hokinya yang lain, misalnya ketika hendak menyambut Chris John. Waktu itu Irwan berpikir akan menyambut sendiri, sungkan mengajak Menpora Adhyaksa Dault. Eh, mendadak Menteri Adhiyaksa Dault menelepon dia dan mengajak bersama-sama menyambut Chris John yang baru mempertahankan gelar di Texas, Amerika Serikat. Saya pun dapat fasilitas VIP, dikawal paspampres, dan ruang khusus bersama artis Maia dan Tamara Blezynski.
Setelah itu media massa memuat foto saya bersama Chris John, para artis, menpora. Televisi juga ramai-ramai meliput. Jadi, tanpa mengeluarkan uang, saya bisa beriklan gratis lewat aneka media. Semua itu membuat saya semakin bersemangat dalam mengunjungi korban bencana alam. (Djo)

Senin, 19 Oktober 2009

Menyingkap Misteri Dahsyatnya Berbagi (2)



Sido Muncul Pelopor Program ‘’Mudik Gratis’’

Teks foto: Menteri Perhubungan sedang mengibarkan bendera saat melepasbus rombongan peserta Mudik Gratis para pedagang jamu Lebaran tahun 2009 baru lalu.

Jakarta: Perusahaan Jamu Sido Muncul setiap tahun menggelar mudik gratis bagi para penjual jamu dan pedagang asongan se-Jabodetabek ke kota-kota di Jawa. Mudik gratis tahun 2009 merupakan yang ke 20 kalinya.
"Selain penjual jamu seduh, penjual jamu dorong dan ibu-ibu penjual jamu gendong, kami juga mengajak para pedagang asongan untuk ikut mudik bareng," ujar Irwan Hidayat, Dirut PT Sido Muncul.
Harus diakui program ini sangat sukses membangun image (citra) korporat yang sangat bagus di tengah-tengah masyarakat luas.
Tidak hanya itu, karena program ini diberitakan secara luas oleh media massa baik cetak maupun elektronik, maka citra perusahaan Sido Muncul yang peduli pada sesama juga terbentuk di kalangan perusahaan lain dan masyarakat secara luas.
Latar belakang penyelenggaraan kegiatan yang diawali sejak tahun 1991 itu, didorong keinginan memberikan "hadiah" kepada para penjual jamu.
''Yang pertama ide dasarnya itu. Cuma kita berpikir apa ya hadiahnya. Apa dikasih sarung, apa dikasih apa? Nah pada waktu itu, kita baca di koran-koran, kalau pulang mudik itu sangat sulit, baik karena melambungnya ongkos, terbatasnya angkutan umum sehingga penumpang harus berebut. Sehingga kita sering lihat ada ibu-ibu atau anak perempuan yang mesti naik dari jendela kereta api atau bus. Saling dorong. Duh…pemandangan itulah yang melatarbelakangi munculnya ide mudik bareng dan gratis.
‘’Jadi bukan ide atau gagasan saya saja, tapi ada tim marketing, saya kan cuma juru bicara,'' kata Irwan.
Untuk pertama kalinya mudik lebaran tahun 1991 diikuti oleh 2.500 orang dengan menggunakan 50 unit bis, diberangkatkan dari Lapangan Parkir Timur Senayan.
Sejak saat itu PT Sido Muncul selalu menyelenggarakan Mudik Gratis bagi para pedagang jamu se-Jabotabek setiap tahunnya.
Tahun 2004, jumlah penumpang yang diangkut sudah mencapai 14.000-an penumpang dengan tujuan beberapa kota di Jawa Tengah.
Sampai saat ini jumlah penumpang yang diangkut PT Sido Muncul sudah lebih 150.000 penumpang. Yang diangkut bukan hanya penjual jamu Sido Muncul, tapi mencakup penjual jamu lain serta para pedagang asongan.
Irwan mengakui, program mudik gratis Sido Muncul setelah berlangsung 16 tahun, paradigmanya menjadi bergeser. Sebab dalam praktiknya produk Sido Muncul yang dijual langsung oleh para penjual di tenda-tenda atau kios-kios jamu itu hanya sekitar 15 persen saja dari keseluruhan produksi perusahaannya.
''Sekarang 85 persen pemasaran produk kami di jual outlet-outlet, di toko-toko, dan pasar swalayan. Cuma kita tidak ingin dikatakan kacang meninggalkan lanjaran, yang seolah melupakan penjual jamu langsung yang dulu menjadi pionir. Itulah substansinya,'' kata Irwan merendah.
Irwan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kini sudah banyak perusahaan yang mengadakan program mudik gratis bagi karyawannya dan pelanggannya. Dalam beberapa tahun terakhir kegiatan ini telah diikuti oleh beberapa perusahaan besar lain seperti perusahaan rokok, mie, minuman, dan lain-lain.
Menurut dia, program ini sangat menguntungkan perusahaan. Sebab lewat program mudik Lebaran ini, lama-lama Sido Muncul menjadi populer yang disertai tambah lakunya produk-produk jamu Sido Muncul, seperti Kuku Bima Energi, Tolak Angin, Kopi Ginseng, Kopi Energi dan lain-lain.
Bahkan, kata Irwan, seakan-akan fenomena mudik gratis ini menjadi trade mark-nya produk Sido Muncul.
Dampak langsung bagi perusahaan, kata Irwan, keuntungan perusahaan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
''Keuntungan kami terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Keuntungan itu sudah barang tentu mengikuti pertumbuhan omzet, hingga dalam lima tahun terakhir omzet perusahan naik mencapai 800 persen.''
Irwan tak terlalu hirau terhadap istilah untuk kegiatannya itu, apakah itu yang dinamakan CSR (Corporate Social Responsibility) atau apa. Bagi dia yang penting berbagi berkat kepada sesama. Itu saja.
Karena itu, kata Irwan Hidayat, pada akhirnya program mudik yang awalnya cuma dilatarbelakangi oleh keinginan untuk sekedar memberikan hadiah itu, menjadi bagian dari tanggung jawab sosial korporat.
''Artinya kami mengalokasikan dana tanggung jawab sosial lewat cara memudikkan orang-orang yang mempunyai andil memajukan perusahaan, ya seperti mereka itu, penjual jamu, pedagang asongan. Tanggung jawab sosial lain ada seperti memberikan penghargaan,'' katanya. (DJO)

Pelantikan Rektor INDONUSA 2009-2014:



Jakarta: DR. Ir. Arief Kusuma, AP, MBA resmi menggantikan Prof. Dr. Hj. Kemala Motik Abdul Gafur, MM, selaku rektor Universitas INDONUSA Esa Unggul periode 2009 – 2014. Acara pengambilan sumpah dan pelantikan rektor baru berlangsung di Aula Kemala Kampus Emas Universitas INDONUSA Esa Unggul,
Jl. Terusan Arjuna, Tol Tomang, Kebon Jeruk Jakarta, Senin (19/10).
Pelantikan rektor baru disaksikan Koordinator Kopertis Wilayah III; Ketua Yayasan Kemala, Abdul Gafur; para dosen, guru besar dan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas INDONUSA Esa Unggul; serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Abdul Gafur mengharapkan, demi meningkatkan status universitas kelas dunia rektor harus terus mengembangkan pogram-program unggulan dan menciptakan program-program inovatif. DJO

Kamis, 15 Oktober 2009

Depag Selenggarakan Program Dual Mode System

Jakarta: Dalam rangka menuntaskan sertifikasi bagi para guru di lingkungan Departemen Agama, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyelenggarakan program dual mode system agar para guru memperoleh peningkatan kualifikasi sarjana strata satu (S1).
"Ini merupakan program darurat. Begitu sertifikasi tuntas, maka program langsung tutup," kata Dirjen Pendidikan Islam Prof Dr Mohammad Ali saat meluncurkan program Dual Mode System untuk para guru di lingkungan Depag di Jakarta, Kamis (15/10).
Menurut Dirjen Pendis, program ini untuk membantu guru-guru yang belum berkualifikasi S1, karena itu bukan sebagai program permanen. Pasalnya, program pendidikan tarbiyah sudah cukup, apalagi jumlah mahasiswa pendidikan agama Islam mencapai 350 ribu orang.
Mohammad Ali mengharapkan, sertifikasi guru di Depag dapat dituntaskan pada tahun 2014.
Dalam pelaksanaan program ini perguruan tinggi agama Islam negeri (PTAIN) yang ditetapkan sebagai penyelenggara tidak boleh secara langsung merekrut mahasiswa, namun melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui tangan- tangannya baik di Kanwil maupun Kandepag. Penetapan PTAIN sebagai pelaksana program bertujuan agar ada jaminan kualitas bahwa program ini terselenggara dengan baik dan tepat sasaran.
Selain itu mahasiswa peserta program menggunakan modul Belajar Jarak Jauh (BJJ).
"BBJ ini tidak sama dengan kelas jauh. Kalau kelasa jauh kuliah asal-asalan, bahkan tidak pernah kuliah, tiba-tiba ujian, ini pelacuran sama dengan sampah perguruan tinggi," ujar Ali.
Selain dengan modul, mahasiswa juga diharuskan kuliah tatap muka dengan dosennya di titik-titik yang ditentukan.
Menurut Ali, BJJ dibolehkan sesuai undang-undang, tetapi baru perguruan tinggi terbatas misalnya Universitas Terbuka.
"Jadi kita harus urus izin, tapi pemerintah tidak sembarang urus ijin," tambahnya.
Pada tahun 2009 ini, kuota peserta pada Direktorat Pendidikan Tinggi Islam seluruhnya berjumlah 10.000, terdiri dari 8.217 guru madrasah ibtidaiyah dan 1.783 guru pendidikan agama pada sekolah (PAIS) sekolah dasar. DJO

Senin, 12 Oktober 2009

Mufti Suriah: Agama Datang Untuk Kehidupan

Terorisme Dan Radikalisme
Musuh Semua Agama

Jakarta: Mufti Besar Suriah Syekh Dr Ahmad Badruddin Hassoun mengatakan, kebinekaan merupakan kekayaan. Allah memberikan kita musim panas, musim hujan, musim gugur, musim dingin dan musim semi. Keberadaan dan perbedaan agama pun sebagai rahmat yang harus disyukuri.

''Agama datang untuk kehidupan. Kehidupan yang tenang, aman dan damai. Tapi jika kehidupan ini dijadikan sebagai industri peperangan tentu hidup manusia tidak akan aman,'' katanya dalam ceramah umum bertema ''Islam Rahmatan Lil 'Alamin'' di kantor Depag Jl. MH Thamrin Jakarta, Sabtu (10/10).
Oleh karena itu, kata Syekh Badruddin, kehidupan harus dikembalikan menjadi industri kecintaan yang diharapkan tercipta suatu kedamaian. Kita harus mengembalikan pandangan yang dinilai keliru, selama ini telah menuduh dan menyalahkan Islam, Kristen, Budha dan lain-lain. Tuduhan negative terhadap suatu agama itu harus dibuang jauh-jauh. Apakah Buddha mengizinkan umatnya untuk menghancurkan masjid di India ? Ternyata tidak. Buddha selalu mengatakan dengan kecintaan akhlak, begitu juga Musa, Isa, dan Muhammad SAW.
Dia memberikan solusi bahwa ada dua pilihan hidup di dunia ini. Kita menjadikan kehidupan sebuah rahmat atau kehidupan dihancurkan oleh globalisme. Supaya kita menjadi rahmat, maka kita harus saling mengakui fluralisme, di antara tanda-tanda kebesaran Tuhan, penciptaan dunia ini dan perbedaan lidah dan bahasa kita, kita harus mengembalikan integrasi dan kerjasama sesama kita seperti terjadi di Bosnia dan Herzegovina dan Kroasia. Ini yang harus ditinjau kembali. Jangan membagi-bagi dan mengkotak-kotakkan.
"Bumi ini diciptakan untuk makhluk hidup. Untuk kita semua. Semua berhak hidup di bumi ini, agama apa pun, Islam, Kristen Budha, dan lain-lain. Kita harus berpacu untuk menghidupkan manusia dan memuliakan manusia demi keberlangsungan hidup mereka. Kita harus membela orang yang dizholimi," katanya.
Sementara itu, dalam kata sambutannya Menag Maftuh Basyuni mengatakan, semangat perdamaian, kerukunan, toleransi dan keterbukaan merupakan semangat dasar yang dianut oleh semua agama dan keyakinan yang ada di tanah air.
‘’Oleh karena itu, terorisme dan paham keagamaan radikal sepenuhnya dapat dipandang sebagai musuh semua agam,’’ katanya.
Menurut Maftuh Basyuni, dalam konteks ajaran Islam, semangat perdamaian dan toleransi antarumat memiliki landasan legitimasi yang kokoh, karena ajaran ini hadir dengan misi rahmatan lil alamin.
Misi rahmatan lil alamin, kata Menag, yakni menciptakan peradaban yang penuh kasih dan damai, tidak saja bagi umat manusia seluruhnya, apa pun penghuni alam raya. Untuk itu, paradigma Islam sebagai rahmatan lil alamin harus terus dikedepankan, dan disebarluaskan agar menjadi arus utama pemahaman keagamaan dalam Islam yang termanifestasikan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.
Menag menjelaskan bangsa Indonesia adalah bangsa yang hidup dalam suasana pluralitas suku, asal usul, ras, budaya dan agama, sehingga terbiasa dengan berbagai perbedaan, dan menerima perbedaan tersebut dengan prinsip hidup berdampingan secara damai. Prinsip ini sudah sejak lama berjalan dengan baik dalam balutan semangat kesatuan yang terekspresikan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Sayangnya, lanjut Menag, dalam mengarungi arus modernisasi dan derap perubahan sosial yang cepat, kedamaian yang sudah berlangsung lama itu terganggu dengan munculknya konflik-konflik sosial dengan semangat pembedaan dan pembelaan etnik dan agama, sehingga integritas ke Indonesiaan dan kerukunan, terutama kerukunan umat beragama yang pernah dibanggakan bahkan diakui oleh bangsa lain.
Dari hasil-hasil kajian dan penelitian yang dilakukan banyak pihak, menunjukkan bahwa apa yang dinamakan konflik social bernuansa agama yang terjadi selama ini pada hakikatnya bukan disebabkan oleh agama itu sendiri, melainkan oleh perilaku keserakahan dan ketidakadilan individu maupun kelompok terhadap akses kepada bidang politki, kekuasaan, dan ekonomi.
Dia mengatakan konflik kepentingan seperti ini yang kemudian dibalut dengan simbol-simbol, sentimen dan semangat keagamaan, memunculkan tindak kekerasan dan kerusuhan sosial, termasuk aksi terorisme yang mengatasnamakan agama.
"Kita sangat prihatin, ketika Islam yang merupakan agama yang dianut oleh mayoritas bangsa Indonesia dikaitkan dengan aksi-aksi terorisme yang dilakukan oleh segelintir orang yang memiliki pemahaman keagamaan menyimpang dari mainsream pemikiran Islam," paparnya.
Untuk itu, kata Menag, kita sangat menyayangkan adanya penyimpangan pemahaman keagamaan yang berdampak pada terganggunya persatuan dan kesatuan, serta bangunan toleransi dan keadamian yang telah kita bangun selama ini. DJO

Kamis, 08 Oktober 2009

SidoMuncul Bantu Korban Gempa Sumbar





Galang Dana Bersama Rekan Sejawat Terkumpul Rp 1.749.750.000


Gempa yang melanda Padang dan sekitarnya dengan kekuatan 7,6 SR pada 30 September 2009 lalu, meluluh-lantakkan kota Padang dan Pariaman, Sumatera Barat mengakibatkan kerugian materi yang besar dan merenggut 800-an korban jiwa.
Tim Sido Muncul dipimpin langsung oleh Irwan Hidayat, Direktur Utama PT SidoMuncul didampingi ikon Kuku Bima Energi, Donny Kesuma dan artis Nina Tamam meninjau langsung lokasi gempa di wilayah kota Padang dan Pariaman, Sumatera Barat untuk memberikan bantuan secara langsung bagi para korban.
Sebelumnya PT Sido Muncul melalui produk-produk unggulannya Tolak Angin dan Kuku Bima Energi juga memberikan bantuan bagi korban gempa Tasikmalaya, Garut, Jawa Barat, September yang lalu senilai Rp 850 juta.
“Kami langsung mendatangi lokasi bencana agar kami bisa cepat berada di lokasi bencana untuk membantu para korban, baik yang selamat maupun yang mengalami cedera berat, yang saat ini dirawat di rumah sakit maupun di tenda-tenda darurat halaman rumah sakit yang hancur akibat gempa,” ujar Irwan Hidayat.
PT Sido Muncul segera memberikan bantuan berupa pakaian, obat-obatan yang umumnya digunakan di daerah bencana, obat-obatan yang berkaitan dengan patah tulang /implant, alat-alat kesehatan dan produk-produk Sido Muncul seperti Tolak Angin Cair, Tolak Angin Flu, Kuku Bima Energi dan Kuku Bima Kopi Energi.
Irwan Hidayat menjelaskan, saat ini pihaknya menggalang dana dari para kolega untuk para korban gempa Padang. Para kolega terdiri dari perwakilan, distributor Sido Muncul seluruh Indonesia dan sejumlah perusahaan dan perorangan.
PT Sido Muncul sendiri memberikan bantuan senilai Rp 1 miliar. Sementara hasil penggalangan dana dari rekan sejawat Sido Muncul sebanyak Rp 754.750.000,- sehingga total bantuan yang diberikan Sido Muncul dan rekan sebesar Rp 1.754.750.000,-. Pemberian bantuan akan diberikan dalam dua tahap. Pada tahap pertama sumbangan senilai Rp 1.005.000.000,-
Bantuan pada tahap pertama akan diberikan melalui beberapa lembaga pemerintahan, lembaga independen ataupun yayasan dengan perincian:
1. Kabupaten Padang Pariaman berupa uang tunai, pakaian dan produk-produk Sido Muncul senilai Rp 110 juta, bantuan perbaikan Masjid Kuraitaji Rp 10 juta melalui Walikota Padang.
2. Kabupaten Pariaman berupa uang tunai, pakaian dan produk-produk Sido Muncul senilai Rp 110 juta melalui Bupati setempat.
3. Kodya Padang senilai Rp 100 juta.
4. Paroki Padang senilai Rp 75 juta.
5. Yayasan Himpunan Tjinta Teman (HTT) senilai Rp 50 juta.
6. Himpunan Bersatu Teguh (HBT) senilai Rp 50 juta.
7. Melalui Dompet Dhuafa Singgalang senilai Rp 50 juta.
8. Pengiriman Tenaga Medis (Dr. Orthopedi, Obat Implant dan alat-alat kesehatan) senilai Rp 200 juta. Tenaga medis yang dikirimkan diantaranya: dr. Lianda Tamara; dr. Lia Marliana; dr. Jachja Achmad; dr. Febrianti; dr. Patilasa Trisna Nilawati; dr. Ian Afiana; dr. Irwan Yusuf dan dr. Hafiz Nafiudin.
9. Pengobatan Rumah Sakit Yos Sudarso senilai Rp 150 juta.
10. Bantuan pengadaan air bersih melalui Yayasan Dian Desa senilai Rp 100 juta. DJO

Senin, 05 Oktober 2009

Kantor Depag Thamrin Diresmikan



Menag: Kita Jaga Kerukunan Umat Beragama


Teks Foto: Didampingi Mantan Menteri Agama Malik Fajar, Sekjen Depag Bahrul Hayat dan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni, Menag M. Maftuh Basyuni menandatangani prasasti peresmian gedung baru Departemen Agama di Jl.MH Thamrin No.6 Jakarta Pusat,Senin (5/10).

Jakarta: Guna meningkatkan persatuan dan kesatuan umat beragama, Departemen Agama mengumpulkan semua direktorat pembinaan masyarakat dalam satu gedung baru yang refresentatif, yaitu Ditjen Bimas Islam, Ditjen Bimas Kristen Protestan, Ditjen Bimas Katolik, Ditjen Bimas Hindu, Ditjen Bimas Budha, dan Kong Huchu.
Selain itu di dalam gedung berlantai 20 ini akan diisi untuk Balitbang dan Diklat Depag, enam Bimas. Mereka dikumpulkan dalam satu gedung agar kerukunan umat beragama tetap terjaga. Bahkan semakin rukun, jika Lembaga Kerukunan Umat Beragama (LKUB) juga ditempatkan di gedung megah itu.
"Kami mengharapkan gedung ini dapat mempererat persatuan dan kesatuan. Semua agama yang diakui di Indonesia mendapat tempat di sini. Untuk itu jangan ada lagi pertentangan,’’ kata Menag Maftuh Basyuni saat meresmikan penggunaan gedung kantor Departemen Agama di Jalan MH Thamrin Jakarta, Senin siang (5/10).
Menurut Menag, pertentangan itu tidak ada yang benar, semuanya salah. ‘’Yang benar itu kita harus rukun satu sama lainnya," kata Menag.
Lebih lanuut Maftuh menjelaskan, gedung ini dibangun di lokasi gedung utama Departemen Agama yang mulai digunakan sebagai kantor pusat sejak 1963 pada masa Menteri Agama almarhum KH Syaifuddin Zuhri. Ide mendirikan kantor pusat yang dapat menampung seluruh kegiatan Departemen Agama di Jalan MH Thamrin ini muncul sejak lama, bahkan sebelumnya sempat terbengkalai pembangunannya.
Hadir dalam acara tersebut mantan Menag H Malik Fadjar, Sekjen Depag Bahrul Hayat, Walikota Jakarta Pusat Hj Sylvia Murni, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Ali Mustafa Yaqub dan sejumlah undangan lainnya.
Menurut Menag, beberapa Menteri Agama setelah periode KH Saifuddin Zuhri, yaitu almarhum KH Mohammad Dachlan, Prof Dr HA Mukti Ali dan H Alamsjah Ratu Prawiranegara berkantor di Jalan MH Thamrin No. 6 ini, sebelum adanya gedung di Jalan Lapangan Banteng Barat yang diresmikan oleh Menteri Agama almarhum H Munawir Sjadzali MA.
Keberadaan gedung perkantoran Departemen Agama di lokasi yang amat strategis ini, lanjut Menag, dipertahankan karena merupakan salah satu tapak sejarah Departemen Agama.
"Kepada jajaran Departemen Agama, saya berpesan peliharalah gedung ini sebaik-baiknya dan pancarkan misi Departemen Agama dari tempat ini," katanya. DJO

Selasa, 29 September 2009

Kebakaran Penjaringan Hanguskan 1.158 Rumah




Sido Muncul Berikan Bantuan Rp 400 Juta

Kebakaran yang menganguskan sedikitnya 1.158 rumah di Penjaringan, Jakarta Utara, mengundang simpatik masyarakat luas dan pemerintah untuk memberikan bantuan.
Simpatik untuk 1.650 KK korban kebakaran terus berdatangan. Tak terkecuali perusahaan swasta, seperti PT Sido Muncul, produsen Kuku Bima Energi dan Tolak Angin, memberikan bantuan Rp 400 juta.
Selasa siang (29/9) kemarin, Presiden Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat bersama pejabat Pemda Jakut dan Muspida lainnya
mengunjungi para korban di tenda-tenda pengungsian.
Dari PT Sido Muncul, selain Irwan hadiri juga ikon Sido Muncul Dony Kusuma, Rieke Diah Pitaloka.
Bantuan itu sendiri kemarin langsung dibagikan kepada 1.650 KK yang rumahnya terbakar. Per KK mendapatkan masing-masing Rp 200 ribu.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit mengurangi penderitaan warga kehilangan rumahnya. Semoga mereka tabah, karena mereka yang sudah kehilangan rumah,” kata Irwan trenyuh.
Dia juga mengatakan, bantuan tersebut merupakan kegiatan rutin dari perusahaan yang telah berdiri sejak 1951 dengan produknya yang sudah melebihi 200 produk tersebut.
“Ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Sido Muncul setiap ada musibah, kami terhadap warga yang mengalami musibah memanfaatkan bantuan itu sebaik mungkin,” ujarnya.
Irwan yang melihat lokasi kebakaran mengusulkan kepada Pemkot untuk membangun rumah susun di lokasi kebakaran. Menurutnya, dengan pembangunan rumah susun, akan lebih mempermudah warga serta penataanya juga terlihat lebih baik.
“Kalau rumah susun, terlihat tidak melebar dan penyedia transportasi lebih mudah,” katanya.
Di tengah-tengah lokasi pengungsian warga Penjaringan kini sudaht ada dua posko dapur umum dan dua satu posko kesehatan dari Palang Merah Indonesia (PMI). Sementara tenda-tenda pengungsian berasal dari sejumlah instansi pemerintah, seperti dari Departemen Sosial, Departemen Kesehatan, Suku Dinas Tramtib dan Linmas, TNI, dan Polri.
Hingga Selasa petang puluhan warga membersihkan puing-puing sisa rumah mereka yang terbakar. Mereka masih mengais-ngais sisa reruntuhan yang masih bisa dipergunakan.
Sebagaimana diketahui, permukiman padat di dua RW di Rawa Bebek, Penjaringan, Jakut, Minggu (27/9) ludes terbakar. Kobaran api melahap 1.158 bangunan di Jalan Tanjung Wangi, RW 11 dan 12, Penjaringan, Jakut. Sebanyak 5.521 warga kehilangan tempat tinggal.
Kebakaran hebat terjadi saat sebagian warga tengah tidur siang, sementara sebagian pemilik rumah belum kembali dari mudik Lebaran. DJO

Senin, 28 September 2009

Jadi Guru, Terpanggil Atau Terpaksa?



Manusisa Bisa Berubah Dengan Kasih Sayang

Profesi guru itu mulia, tapi tidak mudah menjalankannya. Tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

Evaluasi proses pendidikan sangat penting, mulai tingkat pendidikan usia dini, pendidikan formal, pendidikan dasar maupun pendidikan menengah.

Demikian antara lain dikemukakan Dr.Hadiman, mantan Rektor Universitas Bung Karno (UBK) di sela-sela bedah buku dan seminar ’’ Menjadi Guru: Terpanggil atau Terpaksa’’ di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) Pondok Cabe, Tangerang baru-baru ini.

Menurut mantan Kapolda Sumut berpangkat Irjen Pol (Purn) itu, mengajar merupakan pekerjaan paling mudah, tetapi mendidik lebih susah. Oleh karena itu guru harus dicerdaskan, supaya mampu mencerdaskan para muridnya.

‘’Guru megemban tugas sangat mulia. Guru merupakan panggilan murni, karena tugasnya mendidik dan mengajar,’’ katanya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Yayasan ILYD (I Love You Darling), Evodia A. Iswandi mengatakan hal senada, bahwa intinya bagaimana manusia dimuliakan melalui proses belajar mengajar, dimana guru harus menjadi teladan bagi murid-muridnya.

Menurut dia, guru yang terpanggil adalah mereka yang terus belajar untuk meningkatkan kemampuan diri, tidak pernah mengeluh dengan gaji atau kesejahteraan. Semua dilakukannya dengan senang hati.
Bedah Buku

Seminar yang diselingi acara bedah buku karya M Gorky Sembiring, Pembantu Rektor IV Universitas Terbuka (UT).

Dalam buku berjudul 'Mengungkap Rahasia dan Tips Manjur: Menjadi Guru Sejati', terbitan Galangpress Yogyakarta 200, Gorky Sembiring mengungkapkan, bahwa pendidik atau pengajar atau guru merupakan subyek yang paling bertanggungjawab dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Namun sudah menjadi rahasia umum, kualitas guru di Indonesia hingga saat ini belum begitu merata.

Pertanyaan pun lantas kerap digulirkan. Menjadi guru, apakah karena terpanggil atau terpaksa, apakah karena terpilih atau tak ada pilihan? Jawaban pertanyaan-pertanyaan itu bisa dibaca dalam buku karya M Gorky Sembiring.

Menurut dia, ika dibandingkan dengan keluarga dan masyarakat, guru merupakan sosok yang paling dipercaya siswa dalam konteks keilmuwan. Oleh karena itu, lanjut dia, seorang guru harus selalu mengembangkan ilmunya.

''Sehingga guru perlu memiliki strategi-strategi jitu untuk menyiasati agar siswa senang dalam belajar dan tidak merasa tertekan,'' ujar Gorky.
Jika guru berhasil menjadi penggerak suasana KBM, kata Gorky, siswa tidak akan muak dalam belajar. Pencapaian hasil belajar seperti kognitif, afektif, dan psikomotor pun akan lebih maksimal. ''Ini karena tak ada guru yang menginginkan KBM yang dikelolanya gagal tanpa hasil,'' katanya. DJO

Selasa, 15 September 2009

OSN PTI Ajang Mencari Bibit Unggul


Setelah sukses menggelar Olimpiade Sains Nasional Perguruan Tinggi seluruh Indonesia (OSN-PTI) tahun 2008, Depdiknas bekerjasama dengan PT Pertamina kembali menggelar OSN PTI tahun ini.
Ajang yang bertujuan untuk menjaring bibit unggul di berbagai bidang sains seperti Kimia, Fisika dan Matematika di kalangan perguruan tinggi, diharapkan dapat menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mampu bersaing.
“Banyaknya pemberitaan dari Malaysia adanya TKI kita yang dipermalukan, kita merasa menjadi bangsa yang rendah. Tetapi seharusnya kita menjadi bangsa yang besar karena kita bisa menjadi negara kompetiter, dengan cara mencari anak-anak yang berbakat, mencari anak-anak yang potensial di berbagai daerah yang nantinya bisa membuat bangsa ini berdirib tegak,” kata Dirjen Dikti Depdiknas, Fasli Jalal di Jakarta, Selasa (15/9).
Menurut Fasli, OSN-PTI merupakan cara untuk menggali potensi 400 juta anak bangsa. Oleh karena itu Depdiknas menawarkan beasiswa.
“Untuk tahun ini tak kurang dari 10.000 anak mendapatkan beasiswa dengan cara menjemput ke sekolah-sekolah, mereka langsung dapat voucher Rp 15 juta/siswa,” katanya.
Selain itu bagi mereka yang mendapatkan medali di ajang olimpiade internasional akan mendapatkan beasiswa. Bagi yang memperoleh medali emas mendapatkan beasiswa hingga S3, medali perak hingga S2 dan medali perunggu hingga jenjang S1. Sedangkan untuk keseluruhan perguruan tinggi di tanah air, Ditjen Dikti tahun ini menyediakan Rp 20 miliar untuk beasiswa.
Pada kesempatan itu, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina (persero) Toharso mengatakan, OSN-PTI Tahun 2009 ini merupakan kelanjutan dari OSN-PTI 2008, dimana sebanyak 4.666 mahasiswa dipastikan mengikuti kompetisi tersebut.
“Tahun lalu OSN-PTI diikuti 4.666 mahasiswa. Itu melampaui target yang diharapkan penyelenggara saat itu sebanyak 2.000 mahasiswa. Untuk itu harapan kami di tahun ini peminatnya mencapai 10 ribu mahasiswa,” katanya.
Penyelenggaraan OSN-PTI 2009 terdiri dari empat tahapan, yaitu pendaftaran seleksi tingkat daerah, seleksi tingkat nasional dan penetapan pemenang. Kegiatan berupa pendaftaran telah berlangsung sejak tanggal 5 September 2009 dan akan berakhir 26 Oktober 2009.
Seleksi di tingkat daerah akan berlangsung secara serentak di masing-masing provinsi tanggal 3 November 2009. Seleksi tingkat nasional berlangsung di Jakarta tanggal 4 – 9 Desember 2009. Penetapan pememang akan diumumkan tanggal 9 Desember 2009. DJO

Mudik Gratis Sido Muncul Dilindungi Asuransi




Sebagaimana tahun-tahun sebelumya, tahun ini untuk yang ke-20 kalinya PT Sido Muncul memberikan ’’hadiah Lebaran’’ berupa mudik gratis bagi 16.000 pedagang jamu dan pedagang asongan se Jabotabek bersama keluarganya.
Menggunakan 260 unit bus para pemudik meninggalkan
area parkir barat Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, Selasa (15/9), menuju enam kota tujuan: Cirebon, Kuningan, Tegal, Banjar Negara, Solo dan Wonogiri.
Mereka dilepas oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Menteri Tenaga Kerja Erman Suparno, Wagub DKI Jakarta Prijanto, Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta dan perwakilan Polda Metro, AKBP K Pinem. Selain itu, ikut hadir para bintang iklan Sido Muncul.
Dirut PT Sido Muncul, Irwan Hidayat menjelaskan, kegiatan itu merupakan bentuk partisipasi Sido Muncul untuk membantu pemerintah dan masyarakat kecil dalam mudik Lebaran. Mereka pun dilindungi asuransi.
"Kami bersyukur dapat menyelenggarakan kegiatan mudik gratis yang ke-20 kali. Kami juga merasa senang banyak perusahaan lain yang ikut menyelenggarakan kegiatan seperti ini, karena akan semakin banyak pemudik yang bisa mendapatkan kesempatan mudik dengan gratis, aman, nyaman, terkordinir dan bisa pulang bersama dengan teman—teman seprofesi,’’ kata Irwan.
Selain dari Jakarta, keberangkatan juga dilakukan serentak di kota lain, yaitu Bandung, Bogor, Tangerang, Cikampek, Cibinong, dan Cilegon. Kegiatan yang telah dimulai sejak tahun 1991 itu telah memulangkan sekitar 232.500 pemudik.
Meutia Hatta menyambut baik kegiatan tersebut mengingat mayoritas pedagang jamu adalah kaum perempuan. "Kami apresiasi kegiatan ini," ujarnya.
Sementara Erman Suparno mengucapkan terima kasih kepada Sido Muncul atas kepeduliannya kepada para penjual jamu dan asongan dengan memberikan fasilitas mudik gratis.
Hal serupa diungkapkan Jusman Syafii Jamal yang menyatakan pemerintah merasa terbantu dengan adanya mudik tersebut. "Sangat membantu pemerintah. Adanya pengelompokan pemudik dengan teratur," kata Menhub.
Sebelum diberangkatkan, sejak pagi mereka dihibur lantunan lagu-lagu dari para artis Sido Muncul dan pemberian doorprize. Djo

Senin, 14 September 2009

Mendongkrak Omzet Hingga 800%


Sido Muncul Pelopor Program ‘’Mudik Gratis’’

Perusahaan Jamu Sido Muncul setiap tahun menggelar mudik gratis bagi para penjual jamu dan pedagang asongan se-Jabodetabek ke kota-kota di Jawa. Mudik gratis tahun 2009 merupakan yang ke 20 kalinya.
"Selain penjual jamu seduh malam, penjual jamu dorong dan ibu-ibu penjual jamu gendong, kami juga mengajak para pedagang asongan untuk ikut mudik bareng," ujar Irwan Hidayat, Dirut PT Sido Muncul.
Harus diakui program ini sangat sukses membangun image (citra) korporat yang sangat bagus di tengah-tengah masyarakat luas.
Tidak hanya itu, karena program ini diberitakan secara luas oleh media massa baik cetak maupun elektronik, maka citra perusahaan Sido Muncul yang peduli pada sesama juga terbentuk di kalangan perusahaan lain dan masyarakat secara luas.
Latar belakang penyelenggaraan kegiatan yang diawali sejak tahun 1991 itu, didorong keinginan memberikan "hadiah" kepada para penjual jamu.
''Yang pertama ide dasarnya itu. Cuma kita berpikir apa ya hadiahnya. Apa dikasih sarung, apa dikasih apa? Nah pada waktu itu, kita baca di koran-koran, kalau pulang mudik itu sangat sulit, baik karena melambungnya ongkos, terbatasnya angkutan umum sehingga penumpang harus berebut. Sehingga kita sering lihat ada ibu-ibu atau anak perempuan yang mesti naik dari jendela kereta api atau bus. Saling dorong. Duh…pemandangan itulah yang melatarbelakangi munculnya ide mudik bareng dan gratis.
‘’Jadi bukan ide atau gagasan saya saja, tapi ada tim marketing, saya kan cuma juru bicara,'' kata Irwan.
Untuk pertama kalinya mudik lebaran tahun 1991 diikuti oleh 2.500 orang dengan menggunakan 50 unit bis, diberangkatkan dari Lapangan Parkir Timur Senayan.
Sejak saat itu PT Sido Muncul selalu menyelenggarakan Mudik Gratis bagi para pedagang jamu se-Jabotabek setiap tahunnya.
Tahun 2004, jumlah penumpang yang diangkut sudah mencapai 14.000-an penumpang dengan tujuan beberapa kota di Jawa Tengah.
Sampai saat ini jumlah penumpang yang diangkut PT Sido Muncul sudah lebih 150.000 penumpang. Yang diangkut bukan hanya penjual jamu Sido Muncul, tapi mencakup penjual jamu lain serta para pedagang asongan.
Irwan mengakui, program mudik gratis Sido Muncul setelah berlangsung 20 tahun, paradigmanya menjadi bergeser. Sebab dalam praktiknya produk Sido Muncul yang dijual langsung oleh para penjual di tenda-tenda atau kios-kios jamu itu hanya sekitar 15 persen saja dari keseluruhan produksi perusahaannya.
''Sekarang 85 persen pemasaran produk kami di jual outlet-outlet, di toko-toko, dan pasar swalayan. Cuma kita tidak ingin dikatakan kacang meninggalkan lanjaran, yang seolah melupakan penjual jamu langsung yang dulu menjadi pionir. Itulah substansinya,'' kata Irwan merendah.
Irwan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kini sudah banyak perusahaan yang mengadakan program mudik gratis bagi karyawannya dan pelanggannya. Dalam beberapa tahun terakhir kegiatan ini telah diikuti oleh beberapa perusahaan besar lain seperti perusahaan rokok, mie, minuman, dan lain-lain.
Menurut dia, program ini sangat menguntungkan perusahaan. Sebab lewat program mudik Lebaran ini, lama-lama Sido Muncul menjadi populer yang disertai tambah lakunya produk-produk jamu Sido Muncul, seperti Kuku Bima Energi, Tolak Angin, Kopi Ginseng, Kopi Energi dan lain-lain.
Bahkan, kata Irwan, seakan-akan fenomena mudik gratis ini menjadi trade mark-nya produk Sido Muncul.
Dampak langsung bagi perusahaan, kata Irwan, keuntungan perusahaan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
''Keuntungan kami terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Keuntungan itu sudah barang tentu mengikuti pertumbuhan omzet, hingga dalam lima tahun terakhir omzet perusahan naik mencapai 800 persen.''
Irwan tak terlalu hirau terhadap istilah untuk kegiatannya itu, apakah itu yang dinamakan CSR (Corporate Social Responsibility) atau apa. Bagi dia yang penting berbagi berkat kepada sesama. Itu saja.
Karena itu, kata Irwan Hidayat, pada akhirnya program mudik yang awalnya cuma dilatarbelakangi oleh keinginan untuk sekedar memberikan hadiah itu, menjadi bagian dari tanggung jawab sosial korporat.
''Artinya kami mengalokasikan dana tanggung jawab sosial lewat cara memudikkan orang-orang yang mempunyai andil memajukan perusahaan, ya seperti mereka itu, penjual jamu, pedagang asongan. Tanggung jawab sosial lain ada seperti memberikan penghargaan,'' katanya. Djo

Rabu, 09 September 2009

Polusi Kota Jakarta Terburuk Ketiga Di Dunia

Pemerintah DKI Bisa Digugat

Jakarta yang dijuluki kota Megapolitan menyimpan berbagai problem lingkungan, salah satunya adalah pencemaran udara.
WHO menempatkan kota Jakarta pada urutan ke tiga setelah Meksiko dan Thailand sebagai kota paling tercemar udaranya.
"Tidak berlebihan kalau kita bilang Jakarta kita bilang sebagai kota polusi karena, begitu kita keluar dari rumah kita akan langsung berhadapan dengan polusi," kata Direktur Executive Walhi DKI Jakarta, Ubaydillah, dala acara diskusi "Fenomena Hutan Beton dan Polusi" di Jakarta, Rabu (9/9).
Menurut dia, dampak polusi udara terhadap kesehatan rakyat juga belum mendapatkan perhatian serius. Padahal biaya untuk pengobatan penyakibat akibat polusi udara yang dikeluarkan warga Jakarta mencapai Rp 1,8 triliun (1998) dan angka ini akan membengkak menjadi Rp 4,3 triliun pada 2015.
Pemprov DKI Jakarta jelas-jelas tidak mampu memenuhi penambahan 30 persen ruang terbuka hijau (RTH) di ibukota, seperti yang diamanatkan dalam UU No. 26/2007 tentang Tata Ruang dan Wilayah.
Ubaydillah mengatakan, dalam penataan ruang perlu jaminan atas berfungsinya pelayanan alam dan keselamatan masyarakat (ekologis) dan menjamin fungsi-fungsi social pembangunan.
‘’Bukan malah menggusur pedagang kaki lima atau masyarakat miskin dengan dalih untuk kepentingan RTH, seperti Taman BMW Tanjung Priok, Waduk Rio-rio Pulau Gadung, Pasar Keramik Rawasari dan Taman Barito. Tapi di lain pihak, sejumlah lahan parkir beralih fungsi menjadi ruang komersil, kantor pemerintah, apartemen, hotel dan perkantoran bisnis, justru tidak ditindak,’’ papar Ubaidillah.
Menurut dia, kalau pemerintah DKI Jakarta tidak mampu mengatasi dan mengendalikan pencemaran udara, masyarakat bisa saja melakukan gugatan (class action).
Pada kesempatan yang sama, Dosen Arsitektur Lanskap Universitas Trisakti, Jakarta, Iwan Ismaun mengatakan, Jakarta terlambat untuk mengatasi berbagai masalah lingkungan perkotaan, terutama yang menyangkut kualitas udara. Karena, sudah 20 tahun terakhir Jakarta berkembang menjadi kota metropolitan yang sekaligus menjadi salah satu kota berpolusi udara tinggi.
"Berbagai polutan udara seperti Carbon Monoksida, Nitrogen Oxida, Hidrokarbon, Sulfur Oxida dan partikel atau debu telah memenuhi udara kota Jakarta," katanya.
Menurut Iwan, dari hasil kajian akademis yang telah dilakukan, sektor transportasi merupakan penyumbang emisi gas buang terbesar di Jakarta, terutama Carbon Monoksida, yaitu sebesar 92 persen. Disusul oleh sektor industri (5 persen), pemukiman (2 persen), dan sampah (1 persen).
Iwan mengatakan, berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode LEAP (Long Range Energy Alternative Planning) dan laju pertumbuhan sektor transportasi dengan mempertimbangkan jumlah permintaan, tingkat emisi Carbon Monoksida di Jakarta pada tahun 2015 dapat mencapai 38.322,46 ton per hari.
Karenanya, untuk menetralisir polusi tersebut pemerintah DKI, menurutnya, harus mengurangi jumlah kendaraan pribadi dan memperluas RTH yang berfungsi menyerap polusi udara dan sekaligus untuk meningkatkan kualitas udara kota.
"DKI Jakarta dengan luas 65.000 hektar seharusnya mempunyai RTH minimal seluas 19.500 hektar atau 30 persen dari luas wilayah untuk keseimbangan ekosistem kota," ujarnya.

Selasa, 08 September 2009

AMPHURI Minta Depag Tambah Kuota 3.000 Porsi

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) meminta pemerintah meningkatkan jatah kuota haji penyelenggara ONH Plus menjadi 30 ribu orang pada musim haji tahun 2009.
“Kami minta kepada pemerintah ada penambahan jatah kuota ONH Plus 3000 porsi pada musim haji tahun ini,” kata Ketua Umum AMPHURI, Baluki Ahmad.
Menurut Baluki, Menteri Agama Maftuh Basyuni pernah menyatakan bila masalah pemondokan atau hotel bagi penyelenggara ONH Plus tidak bermasalah Menag akan bersedia menambah jatah kuota ONH Plus.
Lebih lanjut Baluki menyatakan jatah kuota dari 16 ribu menjadi 19 ribu pada musim haji 2008 masih layak diberikan juga tahun ini, mengingat tingginya animo jamaah haji di ONH Plus.
Saat ditanya bahwa Menag Maftuh Bsyuni dikabarkan hanya memberikan jatah kuota 16 ribu bagi ONH Plus pada tahun 2009, Baluki berharap Menag dapat mempertimbangkan aspirasi para penyelenggara ONH Plus terhadap permintaan tambahan kuota tersebut.
Dalam kesempatan itu Baluki yang didampingi sejumlah pengurus teras AMPHURI, seperti Muhammad Hasan, Wakil Sekjen AMPHURI,
menyatakan siap membantu penyelenggaraan ibadah haji sebaik-baiknya demi citra bangsa di dunia internasional. Artinya, melayani jamaah haji khusus secara professional, sehingga tidak ada istilah jamaah haji khusus mengalami nasib kurang nyaman dalam hal pelayanan.
Beberapa waktu sebelumnya, Menteri Agama Maftuh Basyuni menjanjikan akan menaikkan kuota haji bagi penyelenggara haji yang dikategorikan ongkos naik haji (ONH) plus. Syaratnya, penyelenggara ONH plus itu tidak nakal terhadap jamaah haji yang diberangkatkannya.
”Berapa pun mereka minta, kami akan tambah kuotanya asalkan mereka benar-benar tidak nakal. Selama ini, kan, mereka nakal,” ujar Maftuh.
Sejauh ini, kuota haji bagi ONH plus sebanyak 16.000 jamaah dari total kuota 210.000 jamaah secara nasional. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pernah memberikan kepada Presiden Yudhoyono, antara lain, mengenai pelaksanaan ibadah haji yang harus diperbaiki, seperti peniadaan kuota haji bagi penyelenggaraan ONH plus.
”Kita tidak bahas rekomendasi itu. Kalau tender terbuka untuk katering haji, kita pernah lakukan tahun lalu. Namun, ternyata pelaksanaannya tidak berhasil,” kata Menag.
Menurut Maftuh Basyuni, mengenai rekomendasi peniadaan kuota bagi penyelenggara ibadah haji ONH plus sulit dilakukan mengingat waktu pelaksanaan ONH plus itu berbeda-beda waktunya.
”Sebenarnya kalau ONH lebih banyak kuotanya, saya kira akan lebih bagus karena jamaah haji yang diberangkatkan oleh penyelenggara ONH plus akan membuat saya bisa tidur nyenyak. Juga akan memberikan kebanggaan,” kata Menteri Agama,” katanya. Djo

Simulasi Haji Cordova Sesuai Tuntunan Rasul

Calon Jamaah Haji Diperkenalkan
Pada Kondisi Riil Tanah Suci



"Haji mabrur, tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga." Demikianlah kutipan sabda Rasulullah Shallallaahu 'Alaihi Wasallam (SAW).
PT Cordova Abila Travel siap membimbing para calon jamaah ONH Plusnya mengerjakan ibadah haji secara benar sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Haji seseorang dikatakan mabrur atau maqbul apabila dia melaksanakannya sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad SAW. Pertanyaannya, berapa banyak kaum muslimin -- yang telah diberikan kesempatan menunaikan haji-- mengindahkannya? Mungkinkah kita akan meraih surga-Nya apabila kita mempraktikkan ibadah ini tanpa memahami hakikatnya? Mengerti tata caranya?
“Sungguh, tidak sedikit umat Islam yang belum mengetahui hal ini, termasuk mereka yang setiap tahunnya pergi ke tanah suci, Makkah al-Mukar-ramah, baik untuk melaksanakan ibadah haji maupun sekadar menunaikan ibadah umrah,” kata Direktur Utama
PT Cordova Abila Travel, Muharom Ahmad.
Menurut Muharom, di dalam manasik yang diselenggarakan Cordova Abila Travel diajarkan keutamaan haji dan umrah beserta dalil-dalilnya; diterangkan tata cara haji Rasulullah SAW; menyebutkan macam-macam kesabaran dalam ibadah haji dan umrah; mengupas berbagai bid’ah dan kekeliruan seputar haji dan umrah yang kerap terjadi ketika jamaah haji mengunjungi Kota Mekah dan Kota Nabi, Madinah.
Keistimewaan lain manasik yang diselenggarakan Cordova adalah para calon jamaah haji khusus itu akan diberikan simulasi ritus di Arafah dan Mina.
Tak banyak jamaah haji yang bisa memiliki kesadaran untuk melakukan ibadah haji dengan sempurna, hal itu disebabkan kurang pemahaman akan makna ibadah haji, selain akibat situasi dan kondisi jutaan umat tumplek blek pada waktu yang bersamaan di satu titik (tempat).
Oleh karena itu bimbingan manasik perlu dimantapkan pada saat di tanah air maupun ketika berada di tanah suci. Bukan hanya sekedar teori (ceramah-ceramah) tok, melainkan juga jamaah diperkenalkan dengan situasi dan kondisi sekarang, sehingga mereka tidak kaget dan panik.
Ini penting, mengingat banyak jamaah yang terkadang keliru dalam memahami rukun, wajib, sunnah dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan selama melaksanakan ibadah haji.
Misalnya, sejak dzuhur hingga magrib itu apa saja yang dikerjakan. Banyak jamaah kurang mengerti apa yang harus dilakukan selama wukuf di Padang Arafah. Ternyata banyak jamaah haji yang kurang bimbingan yang benar.
‘’Contoh lainnya, setelah meninggalkan Padang Arafah, banyak jamaah yang tidak MaBIT di muzdalifah, mereka sudah meninggalkan muzdalifah sebelum tengah malam,” ujar Muharom.
Padahal, MaBIT di muzdalifah termasuk perkara wajib; siapa yang tidak MaBIT maka dia harus membayar dam. “Belum lagi amalan-amalan yang termasuk perkara sunnah,” tambahnya.
Cordova tampak full power dalam membimbing jamaahnya. Bukan hanya di tanah air, tim Cordova di Arab Saudi pun siap siaga.
Mawardi Bahrain, Manager Cordova Abila Travel untuk wilayah Saudi Arabia, melalui telepon internasional kemarin malam mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan 8 (delapan) orang muthawwif, 2 (dua) muthawwifah dan seorang tenaga teknis. “Mereka merupakan para ustadz yang tinggal di Saudi Arabia dan berpengalaman menangani jemaah haji,” katanya.
Masing-masing akan menangani jemaah kurang lebih 5 orang guna memaksimalkan pelayanan bagi para tamu Allah.
“Saya berharap agar jamaah haji Indonesia tetap mempertahankan citranya yang selama ini dikenal oleh jamaah-jamaah dari seluruh dunia, sebagai jamaah yang santun dan ramah,” katanya lagi. Djo

Senin, 07 September 2009

Dosen Akademisi Dan Praktisi Harus Berimbang

UHAMKA Bebaskan SPP
Mahasiswa Thailand Selatan

Guna meningkatkan kualitas pengajaran lembaga pendidikan tinggi harus perlu mengupayakan perimbangan antara dosen akademisi dan dosen praktisi.
"Kalau dosen akademisi memberikan ilmu bersifat teori,maka dosen praktisi seharusnya mampu memberikan ilmu yang aplikatif, memperkenalkan mahasiswa dengan pengalaman di dunia riil,"
kata Rektor Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) Prof Dr Suyatno.
Di depan sekitar 3.000 mahasiswa baru UHAMKA di Jakarta, Sabtu (5/9), Suyatno mengemukakan, dalam upaya itulah UHAMKA terus berupaya menjadi lembaga pendidikan tinggi yang berkualitas juga mengupayakan perimbangan tersebut, misalnya dengan merangkul praktisi perbankan untuk mengajar.
"Dengan demikian mahasiswa selain mendapat ilmu berupa teori juga mendapat ilmu yang bisa diterapkan untuk memasuki dunia kerja," ujarnya.
Menurut Suyatno, UHAMKA mempunyai sekitar 300 dosen, 30 persennya bergelar master dan 60 persen bergelar doktor. Ditambah lagi dengan dosen-dosen tamu pilihan secara berkala.
Sebagai lembaga pendidikan tinggi Muhammadiyah terbesar di Jakarta, UHAMKA juga menjalin kerja sama dengan pemerintah luar negeri, seperti dengan Thailand.
UHAMKA memberikan kesempatan pembebasan biaya Sumbangan Penunjang Pendidikan (SPP) bagi muslim di Thailand Selatan yang berminat menjadi mahasiswa di UHAMKA, sedangkan biaya hidup ditanggung pemerintah Thailand.
Berdasarkan data, kini sudah tercatat enam mahasiswa asal Thailand Selatan yang lolos seleksi. Tahun ini UHAMKA mentergetkan 30 mahasiswa Thailand.
"Mereka bertujuan menimba pengetahuan mengenai Islam di Indonesia sekaligus mempelajari Islam Muhammadiyah," ujar Rektor UHAMKA, Suyatno.
Pada kesempatan itu, Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Dr Gumilar Somantri diundang sebagai pembicara utama.
Gumilar yang juga Muhammadiyah berpesan kepada mahasiswa UHAMKA agar bertekad menjadi agen perubahan dan pemecah masalah kebangsaan dan keumatan, karena tanpa perubahan Indonesia hanya akan menjadi negeri tertinggal.
Rektor UI menawarkan semua mahasiswa dari luar UI, termasuk mahasiswa UHAMKA tentunya, untuk datang dan menimba ilmu di perputakaan UI yang memiliki koleksi lima juta buku.

Lustrum Ke-5 UT Luncurkan Website Baru

Guna mengoptimalkan pelayanan belajar jarak jauh hingga menggapai seluruh warga bangsa Indonesia memperoleh layanan pendidikan, Universitas Terbuka (UT) meluncurkan website baru UT.
‘’Website itu – termasuk di dalamnya mobile learning-- diharapkan akan mampu meningkatkan layanan pelanggan (mahasiswa),’’ kata Rektor UT, Tian Belawati kepada pers dalam rangkaian Lustrum ke-5 UT.
Selama ini, pembelajaran online UT hanya dapat dilakukan melalui komputer yang terkoneksi dengan internet. Dengan M-Learn UT, kendala keterbatasan koneksi internet di daerah (terpencil) dapat diatasi dengan kemajuan teknologi komunikasi seluler yang sudah mempunyai fasilitas GPRS dan WAP.
Bahkan untuk kota-kota besar sudah berbasis HSDPA. UT memanfaatkan teknologi seluler untuk proses pembelajaran secara online dengan menggunakan media telepon seluler (HP) yang dilengkapi fasilitas GPRS dan WAP.
M-Learn adalah fasilitas tambahan untuk proses pembelajaran online melalui media HP (ponsel) karena prinsip pembelajarannya sama seperti di tutorial online. M-Leran dapat diakses melalui browser di ponsel dengan alamat url http://mleran.ut.ac.id
Sedangkan tampilan dan konten website baru UT tampak lebih segar. Perubahan ini didasari semangat membangun komunikasi yang lebih komunikatif dengan para mahasiswa dan stakeholder, sehingga memudahkan mereka memperoleh layanan UT melalui jaringan internet.
Kegiatan lustrum ke-5 UT merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memperingati 25 tahun berdirinya UT. UT didirikan sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) ke-45 pada 4 September 1984.
Rangkaian kegiatan telah diawali sejak 2 Mei 2009 dan acara puncak direncanakan 2 Oktober 2009 dengan penanaman Time Capsule UT dan seminar nasional dengan tema ‘’Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh sebagai Wahana Pembangunan Jatidiri Bangsa’’.
Setelah 25 tahun mengabdikan diri, kini UT berkembang pesat dengan jumlah mahasiswa mencapai 596.922 dengan jumlah alumni 764.478 orang, tersebar dari Sabang sampai Merauke.
Melalui kegiatan peringatan Lustrum ke-5 ini diharapkan diperoleh rasa kebersamaan dan kekeluargaan sesama warga UT yang semakin erat, demi tercapainya target UT menjadi salah satu PTJJ (Perguruan Tinggi Jarak Jauh) terbaik di dunia tahun 2020.

Jumat, 04 September 2009

Sido Muncul Bantu Korban Gempa Tasik Dan Garut

Gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter yang mengguncang Jawa Barat bagian Selatan dan sekitarnya telah menimbulkan kepanikan warga, kerusakan bangunan dan menelan korban jiwa.
Bencana alam di manapun selalu menyisakan duka dan kerugian mendalam bagi yang mengalaminya.
Oleh karena itu PT Sido Muncul, produsen Tolak Angin dan Kuku Bima Energi terpanggil memberikan bantuan kepada para korban gempa bumi di Tasikmalaya dan Garut senilai lebih Rp 550 juta, baik sewcara langsung maupun melalui pihak ketiga (TVOne).
Direktur Utama PT Sido Muncul, Irwan Hidayat, bersama belasan stafnya mengendarai tujuh mobil menyerahkan bantuan uang dan bahan makanan dan obat-obatan kepada korban di Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya dan Kecamatan Singajaya, Garut.
Dua hari setelah gempa bumi di Tasik dan Garut itu, para korban praktis masih menunggu bantuan dari berbagai pihak. Para petugas pertolongan dari berbagai instansi dan swasta, memang tidak mudak memberikan bantuan kepada para korban yang lokasinya sangat berjauhan.
Disamping akses untuk mencapai lokasi tidak mudah,karena jalannya berbatu-batu, naik turun gunung, sempit pula..
Rumah mereka terletak di lereng-lereng gunung, dan banyak juga di lembah-lembah, seperti di Kampung Cianut, Kecamatan Singajaya, Garut.
Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB, Wakil Bupati Garut, Dicky Candra menerima secara simbolis bantuan dari Sido Muncul senilai Rp 150 juta, berupa uang tunai Rp 75 Juta, selebihnya berupa bahan makanan, obat-obatan dan minuman suplemen.
Beberapa jam sebelumnya, sekitar pukul 13.00, rombongan Sido Muncul menyerahkan bantuan serupa kepada korban di Kantor Kecamatan Cigalontang, Tasikmalaya.
Camat Cigalontang, Yayat Hidayat menerima bantuan dari Dirut Sido Muncul, Irwan Hidayat, disaksikan oleh masyarakat pengungsi dan segenap Muspika setempat.
“Saya menghimbau kepada pihak-pihak yang ingin membantu, supaya menyerahkan kepada satu pos, agar penyalurannya tertib dan terarah. Dan kepada Kuku Bima dan Tolak Angin, semoga makin sukses dan jaya,’’ kata Camat Cigalontang penuh haru.
Di Sukamenak, Kotamadya Tasikmalaya, Kuku Bima/Tolak Angin juga memberikan bantuan yang diterima langsung oleh Walikota Tasikmalaya, Syarif Hidayat senilai Rp 100 juta, terdiri dari uang tunai dan bahan makanan, obat-obatan dan suplemen.
Segenap pimpinan dan staf Sido Muncul berharap bantuan ini bisa meringankan beban hidup mereka, apalagi bencana ini terjadi tepat di bulan suci Ramadhan, dimana umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa.
“Semoga di bulan yang penuh rahmat ini, memperkuat iman kita dan masyarakat bisa segera bangkit kembali untuk menata kehidupannya dan siap menyongsong hari raya Iduel Fitri bersama keluarga dan masyarakat,’’ katanya di sela-sela penyerahan bantuan kepada warga koerban gempa di Kampung Cianut Kecamatan Singajaya, Garut, Jumat malam (4/9).
Tolak Angin di bulan Ramadhan ini telah menggelar acara akbar bertema “Safari Ramadhan Tolak Angin, Kacang Dua Kelinci dan Suara Merdeka bersama 5.000 Anak Panti Asuhan se Jateng” di Semarang, Pekalongan dan akan menyusul di Pati, Solo juga Magelang.

Kamis, 03 September 2009

KUKU BIMA KEMBALI TERIMA PENGHARGAAN ICSA

Kuku Bima kembali menerima penghargaan ICSA (Indonesian Customer Satisfaction Award). Penghargaan ICSA 2009 merupakan untuk kali kelima diterima Kuku Bima berdasarkan kategori Obat Kuat Pria (Vitality and Enhancer for Men).
Penghargaan ini diterima dari Majalah SWA bekerja sama dengan FRONTIER, dalam suatu acara menarik di Hotel ShangriLa Jaskarta, Kamis malam (3/9).
Selain kepada Kuku Bima, Frontier (sebuah lembaga konsultan riset kepuasan pelanggan), juga memberikan penghargaa serupa kepada sejumlah produk kategori consumer goods, food and beverage, farmasi, elektronik hingga otomotif.
Frontier menggunakan responden berusia antara 15-65 tahun sebagai pengguna produk dan jasa dengan tingkat pengeluaran A-E.
ICSA adalah program reguler pemberian penghargaan terhadap perusahaan-perusahaan di Indonesia yang meraih prestasi terbaik dalam hal kepuasan pelanggan (konsumen), berdasarkan survey terhadap 10.500 responden yang tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia, antara lain Makassar, Medan, Surabaya, Semarang, Bandung dan Jakarta.
Sebelumnya Kuku Bima telah menerima berbagai penghargaan diantaranya sebagai Merek Terpopuler 2000, Produk Paling Memuaskan Konsumen (ICSA) 2002, Merek Terbaik (IBBA) 2003, Merek Terbaik (IBBA) 2004, Golden Brand Award (IBBA) 2005, Top Brand 2006, Produk Paling Memuaskan Konsumen (ICSA) 2006, ICSA 2007, ICSA 2008, Top Brand 2008, Top Brand 2009, Platinum Award 2008 dan 2009.
Irwan Hidayat, Presdir PT Sido Muncul, produsen Kuku Bima mengatakan, diterimanya ICSA 2009 menjadi pemicu semangat kami untuk terus berupaya meningkatkan kualitas produk-produk kami.
Selain itu, guna meningkatkan pemasaran produk-produknya PT Sido Muncul melalui produk-produk unggulannya seperti Tolak Angin dan Kuku Bima Energi, di bulan Ramadhan ini melakukan berbagai kegiatan social, seperti memebrikan bantuan kepada 10.000 anak yatim piatu di Semarang dan Jakarta 27 Agustus 2009 yang lalu dan pada 8 September 2009 mendatang.
Kegiatan social lainnya adalah memberikan bantuan kepada para korban gempa yang berpusat di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Bantuan senilai Rp 300 juta diberikan pada Jumat besok siang (4/9).
Irwan Hidayat berharap bantuan itu dapat mengurangi beban masyarakat yang sedang dirundung musibah.

Rabu, 02 September 2009

Kuku Bima Raih IBBA 2009

Merek merupakan pencitraan dari sebuah perjalanan panjang yang sarat dengan nilai-nilai. Berawal dari sebuah pemikiran yang dalam dan kreativitas serta inovasi yang kuat, lahirlah sebuah merek.
Mengusung visi, misi, strategi dan sumber daya manusia di dalamnya dan proses manajemen yang total dan dinamis, sebuah merek akan terus tertanam di dalam benak konsumen.
Berdasarkan survey nasional terhadap variabel dan parameter tertentu di beberapa kota besar di tanah air selama tiga bulan, dengan metode multistage, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya Kuku Bima kembali meraih penghargaan "The Indonesia Best Brand Award (IBBA) 2009" untuk kategori jamu/suplemen/obat penambah gairah pria dari MARS Marketing & Research dan Majalah SWA.Penghargaan diserahkan Presiden Direktur MARS, Asto Sunu Subroto kepada perwakilan Sido Muncul, produsen Kuku Bima.
Banyak penghargaan yang telah diterima Kuku Bima, khusus penghargaan IBBA merupakan untuk yang ke 9 kalinya.
Selain itu penghargaan lain yang diterima Kuku Bima adalah Top Brand Award, Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA), sebagai merek asli Indonesia dan The Word of Mouth Marketing (WOMM) Award 2009.
Direktur Utama PT Sido Muncul, Irwan Hidayat menyambut gembira penghargaan ini. ''Kami senang Kuku Bima terus memperoleh berbagai penghargaan. Ini akan menjadi tolak ukur bagi kami untuk terus mempertahankan kualitas produk-produk kami. Selain itu kami akan terus melakukan inovasi agar produk-produk kami semakin dicintai konsumen,'' katanya sumringah.
Dalam upaya mensosialisasikan produk-produknya, seperti Kuku Bima Energi, baru-baru ini Sido Muncul melakukan road show ke sejumlah daerah seperti Kep. Babel, Ambon dan Ternate.
Di Babel (Bangka-Belitung)kegiatan yang dilakukan antara lain memberikan bantuan kepada para nelayan berupa 10 kapal motor dan membantu biaya pengobatan kepada masyarakat tidak mampu di Kampung Nelayan Sungailiat, Bangka.
sedangkan di Ambon, Kuku Bima Energi melakukan kunjungan pasar bersama Dony Kesuma dan ikut mendukung kegiatan "Darwin Ambon Yacht Race". Kegiatan road show ditutup dengan memberikan bantuan bagi para korban kebakaran di Ternate.