Kamis, 29 Oktober 2009

Depag Gelar ACIS IX Di Surakarta



Teks foto: Prof Dr Mohammad Ali, Dirjen Pendidikan Islam Depag (tengah) dan Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam, Prof Dr Machasin (kanan)



Jakarta: Departemen Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam akan menggelar Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) ke-9 di Surakarta, Jawa Tengah pada 2 hingga 5 November 2009 mendatang.
ACIS bertujuan menginspirasi dan mendorong para sarjana dan ilmuwan serta pemerhati kajian Islam di Indonesia untuk mendiskusikan arah kajian Islam di masa depan.
``Ini merupakan momentum yang tepat bagi ilmuwan, cendekiawan, pemerhati ilmu-ilmu keislaman di lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) dan lembaga-lembaga lain untuk merumuskan kembali kajian keislaman yang cocok, sesuai dan mengikuti perkembangan yang terjadi di dunia Islam,`` kata Prof Dr. Mohammad Ali, Dirjen Pendidikan Islam Depag.
Menurut Mohammad Ali, PTAI yang berjumlah 593 lembaga dengan pakar keislaman mencapai seribu orang lebih merupakan potensi yang luar biasa untuk menjadi pusat pengembangan dan kajian ilmu-ilmu keislaman di Indonesia.
``Sebagai forum tahunan, ACIS ini adalah media yang representatif untuk sosialisasi gagasan, penyebaran ide, presentasi hasil penelitian dan penemuan-penemuan ilmiah yang dihasilkan selama ini,’’ katanya.
Barometer perkembangan ilmu-ilmu keislaman di PTAI akan sangat ditentukan oleh seberapa besar keterlibatan pakar ke-Islaman dalam forum ini. Adapun tujuan penyelenggaraan ACIS untuk merumuskan kembali kajian keislaman di PTAI dalam meningkatkan relevansi kajian ke-Islaman dengan persoalan-persoalan kemasyarakatan dan kebangsaan. Juga bertujuan mencari masalah untuk memecahkan masalah atau memberi solusi atas persoalan kebangsaan dari segi ilmu-ilmu keislaman.
Sementara itu Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam, Prof Dr Machasin menambahkan, ACIS kali ini akan diikuti oleh 750 hingga 1000 peserta dari berbagai unsure, antara lain dari rektor dan ketua PTAI se-Indonesia; direktur pascasarjana PTAI; pengelola PTAI se-Indonesia; peneliti dan dosen PTAI serta pengamat studi keislaman dari sejumlah negara seperti Eropa, ASEAN dan Timur Tengah.
Tampil sebagai keynote speaker Kepala Litbang dan Diklat depag, Prof Dr, Atho Mudzhar. Juga tampil sebagai pembicara antara lain Amin Abdullah (Rektor UIN Yogyakarta), Imam Suprayogo (Rektor UIN Malang), Masykuri Abdullah (Guru Besar UIN Jakarta), Bambang Pranowo (Staf Ahli Dephan serta Mohammad Ali (Dirjen Pendis Depag). Menurut Machasin, selain pembicara dari dalam negeri akan tampil pembicara dari Mesir dan Lebanon. Pada penyelenggaraan ACIS ke-9 ini juga akan digelar Islamic book fair, pameran Islamic Trading and Finance serta bazar produk makanan dan pakaian serta city tour. DJO

Selasa, 20 Oktober 2009

Menyingkap Misteri Dahsyatnya Berbagi (4-habis)





Hoby “Blusukan’’ Ke Pasar-Pasar Tradisional Di Seluruh Tanah Air


Teks foto: Tim Kuku Bima Energi bersama bintang iklan, Dony Kesuma, dan petinggi PT Sido Muncul, Linawati mengunjungi Pasar Mardika dan Pasar Batu Merah di Ambon, beberapa waktu yang lalu.

Jakarta: Dalam perjalanan ke mana saja, terutama ke pasar-pasar (tradisional), pria berpenampilan sederhana ini sering mampir di warung atau kios dan berdialog dengan tukang warung. Bahkan tak jarang Irwan Hidayat mendorong staf-stafnya, ditemani ikon iklan Kuku Bima Energy, Dony Kesuma dan yang lain, juga mengunjungi pasar-pasar (tradisional).
’’Itulah gunanya kalau kita turun langsung ke lapangan. Kita jadi tahu persis apakah produk kita sudah sampai di desa-desa atau belum. Saya bisa tahu apakah produk Sido Muncul ada atau tidak di suatu daerah,’’ ujarnya.
(Setiap kali menjumpai produk PT Sido Muncul, Irwan Hidayat melihatnya berlama-lama dan kemudian mengarahkan kamera dan memotretnya. Dia juga berdialog dengan ibu-ibu pemilik warung dan kios tentang distribusi produknya di situ. Jika ada kompetitornya, Irwan juga memotret.)
Pria penggemar fotografi ini memang dikenal konsisten, dan fokus menjaga pasar di dalam negeri. Itulah makanya dia mempunyai hoby “blusukan” (keluar-masuk) ke pasar-pasar tradisional. Dia memang ingin menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jadi, sebetulnya dia tidak terlalu bermimpi untuk mengekspor produk-produknya.
‘’Buat saya, nomor satu itu menjaga kandang sendiri. Kita boleh membuat front. Aneh jika di Indonesia sendiri ternyata obat-obat asing yang merajai. Sekarang ada gejala orang kita malah memopulerkan obat-obatan asing,’’ katanya.
Contohnya, buah yang ditanam di Depok tetap dibilang jambu bangkok. Kesadaran itu yang harus ditumbuhkan. Kalau kita ingin sukses, kita harus belajar menghormati diri sendiri. Menghormati produk sendiri.
Meskipun demikian, Irwan juga mengekspor produk Sido Muncul. Sebagian besar ke Malaysia, negara-negara ASEAN, Rusia, Timur Tengah. Respons pasar di luar negeri bagus sekali. Indonesia ini memang dikenal sebagai negara yang punya keanekaragaman hayati sangat besar.
Sejak dulu pria kelahiran Jogyakarta ini berupaya mengajak masyarakat Indonesia untuk menggunakan produk jamu. Bahkan, sebenarnya tidak cuma mengajak, tetapi yang paling penting membuat produk yang paling sesuai, produk berkualitas. (DJO)

Menyingkap Misteri Dahsyatnya Berbagi (3)




‘’Chris John Itu Membawa Hoki’’


Jakarta: Kuku Bima Energi, salah satu produk Sido Muncul mengunakan juara dunia tinju, Chris John, sebagai bintang iklan.
Ceritanya begini, sebagaimana ditutuirkan Irwan Hidayat.
“Chris John itu salah satu hoki (keberuntungan) saya. Dan, puji Tuhan, saya sudah banyak mendapat hoki dari Tuhan. Ceritanya begini. Suatu saat saya ikut rapat Yayasan Soegiyopranata di Semarang. Tiba-tiba Uskup Semarang Mgr Ignatius Suharyo mengatakan, "Pak Irwan, bagaimana kalau Chris John dipakai sebagai bintang iklan?"
Awalnya saya hanya tersenyum karena tidak tertarik. Tapi malamnya saya tergiang-ngiang ucapan Bapk Uskup Semarang. Lha, yang nyuruh Uskup, bukan orang biasa. Akhirnya, saya berusaha untuk mempertimbangkan usulan Bapak Uskup.
Kami mulai menawar, tapi manajernya Chris John minta Rp 1,5 miliar. Sementara perusahaan lain memintanya Rp 200 juta. Saya pikir ini kok kontras sekali antara Rp 1,5 miliar dan Rp 200 juta. Saya sempat bimbang antara kasihan sama Chris yang cuma dihargai Rp 200 juta, tapi kalau dijadikan bintang iklan terlalu mahal.
Dalam suatu kesempatan saya bertemu Chris John dan foto bersama. Ndilalah, foto saya dan Chris John dimuat di media massa. Akibatnya, perusahaan itu khawatir Chris John dipakai Sido Muncul lalu menaikkan tawaran. Singkat cerita, Chris John akhirnya menjadi bintang produk PT Sido Muncul. Ini jelas hoki karena prestasi Chris John sangat bagus.”
Hokinya yang lain, misalnya ketika hendak menyambut Chris John. Waktu itu Irwan berpikir akan menyambut sendiri, sungkan mengajak Menpora Adhyaksa Dault. Eh, mendadak Menteri Adhiyaksa Dault menelepon dia dan mengajak bersama-sama menyambut Chris John yang baru mempertahankan gelar di Texas, Amerika Serikat. Saya pun dapat fasilitas VIP, dikawal paspampres, dan ruang khusus bersama artis Maia dan Tamara Blezynski.
Setelah itu media massa memuat foto saya bersama Chris John, para artis, menpora. Televisi juga ramai-ramai meliput. Jadi, tanpa mengeluarkan uang, saya bisa beriklan gratis lewat aneka media. Semua itu membuat saya semakin bersemangat dalam mengunjungi korban bencana alam. (Djo)

Senin, 19 Oktober 2009

Menyingkap Misteri Dahsyatnya Berbagi (2)



Sido Muncul Pelopor Program ‘’Mudik Gratis’’

Teks foto: Menteri Perhubungan sedang mengibarkan bendera saat melepasbus rombongan peserta Mudik Gratis para pedagang jamu Lebaran tahun 2009 baru lalu.

Jakarta: Perusahaan Jamu Sido Muncul setiap tahun menggelar mudik gratis bagi para penjual jamu dan pedagang asongan se-Jabodetabek ke kota-kota di Jawa. Mudik gratis tahun 2009 merupakan yang ke 20 kalinya.
"Selain penjual jamu seduh, penjual jamu dorong dan ibu-ibu penjual jamu gendong, kami juga mengajak para pedagang asongan untuk ikut mudik bareng," ujar Irwan Hidayat, Dirut PT Sido Muncul.
Harus diakui program ini sangat sukses membangun image (citra) korporat yang sangat bagus di tengah-tengah masyarakat luas.
Tidak hanya itu, karena program ini diberitakan secara luas oleh media massa baik cetak maupun elektronik, maka citra perusahaan Sido Muncul yang peduli pada sesama juga terbentuk di kalangan perusahaan lain dan masyarakat secara luas.
Latar belakang penyelenggaraan kegiatan yang diawali sejak tahun 1991 itu, didorong keinginan memberikan "hadiah" kepada para penjual jamu.
''Yang pertama ide dasarnya itu. Cuma kita berpikir apa ya hadiahnya. Apa dikasih sarung, apa dikasih apa? Nah pada waktu itu, kita baca di koran-koran, kalau pulang mudik itu sangat sulit, baik karena melambungnya ongkos, terbatasnya angkutan umum sehingga penumpang harus berebut. Sehingga kita sering lihat ada ibu-ibu atau anak perempuan yang mesti naik dari jendela kereta api atau bus. Saling dorong. Duh…pemandangan itulah yang melatarbelakangi munculnya ide mudik bareng dan gratis.
‘’Jadi bukan ide atau gagasan saya saja, tapi ada tim marketing, saya kan cuma juru bicara,'' kata Irwan.
Untuk pertama kalinya mudik lebaran tahun 1991 diikuti oleh 2.500 orang dengan menggunakan 50 unit bis, diberangkatkan dari Lapangan Parkir Timur Senayan.
Sejak saat itu PT Sido Muncul selalu menyelenggarakan Mudik Gratis bagi para pedagang jamu se-Jabotabek setiap tahunnya.
Tahun 2004, jumlah penumpang yang diangkut sudah mencapai 14.000-an penumpang dengan tujuan beberapa kota di Jawa Tengah.
Sampai saat ini jumlah penumpang yang diangkut PT Sido Muncul sudah lebih 150.000 penumpang. Yang diangkut bukan hanya penjual jamu Sido Muncul, tapi mencakup penjual jamu lain serta para pedagang asongan.
Irwan mengakui, program mudik gratis Sido Muncul setelah berlangsung 16 tahun, paradigmanya menjadi bergeser. Sebab dalam praktiknya produk Sido Muncul yang dijual langsung oleh para penjual di tenda-tenda atau kios-kios jamu itu hanya sekitar 15 persen saja dari keseluruhan produksi perusahaannya.
''Sekarang 85 persen pemasaran produk kami di jual outlet-outlet, di toko-toko, dan pasar swalayan. Cuma kita tidak ingin dikatakan kacang meninggalkan lanjaran, yang seolah melupakan penjual jamu langsung yang dulu menjadi pionir. Itulah substansinya,'' kata Irwan merendah.
Irwan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, kini sudah banyak perusahaan yang mengadakan program mudik gratis bagi karyawannya dan pelanggannya. Dalam beberapa tahun terakhir kegiatan ini telah diikuti oleh beberapa perusahaan besar lain seperti perusahaan rokok, mie, minuman, dan lain-lain.
Menurut dia, program ini sangat menguntungkan perusahaan. Sebab lewat program mudik Lebaran ini, lama-lama Sido Muncul menjadi populer yang disertai tambah lakunya produk-produk jamu Sido Muncul, seperti Kuku Bima Energi, Tolak Angin, Kopi Ginseng, Kopi Energi dan lain-lain.
Bahkan, kata Irwan, seakan-akan fenomena mudik gratis ini menjadi trade mark-nya produk Sido Muncul.
Dampak langsung bagi perusahaan, kata Irwan, keuntungan perusahaan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.
''Keuntungan kami terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Keuntungan itu sudah barang tentu mengikuti pertumbuhan omzet, hingga dalam lima tahun terakhir omzet perusahan naik mencapai 800 persen.''
Irwan tak terlalu hirau terhadap istilah untuk kegiatannya itu, apakah itu yang dinamakan CSR (Corporate Social Responsibility) atau apa. Bagi dia yang penting berbagi berkat kepada sesama. Itu saja.
Karena itu, kata Irwan Hidayat, pada akhirnya program mudik yang awalnya cuma dilatarbelakangi oleh keinginan untuk sekedar memberikan hadiah itu, menjadi bagian dari tanggung jawab sosial korporat.
''Artinya kami mengalokasikan dana tanggung jawab sosial lewat cara memudikkan orang-orang yang mempunyai andil memajukan perusahaan, ya seperti mereka itu, penjual jamu, pedagang asongan. Tanggung jawab sosial lain ada seperti memberikan penghargaan,'' katanya. (DJO)

Pelantikan Rektor INDONUSA 2009-2014:



Jakarta: DR. Ir. Arief Kusuma, AP, MBA resmi menggantikan Prof. Dr. Hj. Kemala Motik Abdul Gafur, MM, selaku rektor Universitas INDONUSA Esa Unggul periode 2009 – 2014. Acara pengambilan sumpah dan pelantikan rektor baru berlangsung di Aula Kemala Kampus Emas Universitas INDONUSA Esa Unggul,
Jl. Terusan Arjuna, Tol Tomang, Kebon Jeruk Jakarta, Senin (19/10).
Pelantikan rektor baru disaksikan Koordinator Kopertis Wilayah III; Ketua Yayasan Kemala, Abdul Gafur; para dosen, guru besar dan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Universitas INDONUSA Esa Unggul; serta para tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Abdul Gafur mengharapkan, demi meningkatkan status universitas kelas dunia rektor harus terus mengembangkan pogram-program unggulan dan menciptakan program-program inovatif. DJO

Kamis, 15 Oktober 2009

Depag Selenggarakan Program Dual Mode System

Jakarta: Dalam rangka menuntaskan sertifikasi bagi para guru di lingkungan Departemen Agama, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyelenggarakan program dual mode system agar para guru memperoleh peningkatan kualifikasi sarjana strata satu (S1).
"Ini merupakan program darurat. Begitu sertifikasi tuntas, maka program langsung tutup," kata Dirjen Pendidikan Islam Prof Dr Mohammad Ali saat meluncurkan program Dual Mode System untuk para guru di lingkungan Depag di Jakarta, Kamis (15/10).
Menurut Dirjen Pendis, program ini untuk membantu guru-guru yang belum berkualifikasi S1, karena itu bukan sebagai program permanen. Pasalnya, program pendidikan tarbiyah sudah cukup, apalagi jumlah mahasiswa pendidikan agama Islam mencapai 350 ribu orang.
Mohammad Ali mengharapkan, sertifikasi guru di Depag dapat dituntaskan pada tahun 2014.
Dalam pelaksanaan program ini perguruan tinggi agama Islam negeri (PTAIN) yang ditetapkan sebagai penyelenggara tidak boleh secara langsung merekrut mahasiswa, namun melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui tangan- tangannya baik di Kanwil maupun Kandepag. Penetapan PTAIN sebagai pelaksana program bertujuan agar ada jaminan kualitas bahwa program ini terselenggara dengan baik dan tepat sasaran.
Selain itu mahasiswa peserta program menggunakan modul Belajar Jarak Jauh (BJJ).
"BBJ ini tidak sama dengan kelas jauh. Kalau kelasa jauh kuliah asal-asalan, bahkan tidak pernah kuliah, tiba-tiba ujian, ini pelacuran sama dengan sampah perguruan tinggi," ujar Ali.
Selain dengan modul, mahasiswa juga diharuskan kuliah tatap muka dengan dosennya di titik-titik yang ditentukan.
Menurut Ali, BJJ dibolehkan sesuai undang-undang, tetapi baru perguruan tinggi terbatas misalnya Universitas Terbuka.
"Jadi kita harus urus izin, tapi pemerintah tidak sembarang urus ijin," tambahnya.
Pada tahun 2009 ini, kuota peserta pada Direktorat Pendidikan Tinggi Islam seluruhnya berjumlah 10.000, terdiri dari 8.217 guru madrasah ibtidaiyah dan 1.783 guru pendidikan agama pada sekolah (PAIS) sekolah dasar. DJO

Senin, 12 Oktober 2009

Mufti Suriah: Agama Datang Untuk Kehidupan

Terorisme Dan Radikalisme
Musuh Semua Agama

Jakarta: Mufti Besar Suriah Syekh Dr Ahmad Badruddin Hassoun mengatakan, kebinekaan merupakan kekayaan. Allah memberikan kita musim panas, musim hujan, musim gugur, musim dingin dan musim semi. Keberadaan dan perbedaan agama pun sebagai rahmat yang harus disyukuri.

''Agama datang untuk kehidupan. Kehidupan yang tenang, aman dan damai. Tapi jika kehidupan ini dijadikan sebagai industri peperangan tentu hidup manusia tidak akan aman,'' katanya dalam ceramah umum bertema ''Islam Rahmatan Lil 'Alamin'' di kantor Depag Jl. MH Thamrin Jakarta, Sabtu (10/10).
Oleh karena itu, kata Syekh Badruddin, kehidupan harus dikembalikan menjadi industri kecintaan yang diharapkan tercipta suatu kedamaian. Kita harus mengembalikan pandangan yang dinilai keliru, selama ini telah menuduh dan menyalahkan Islam, Kristen, Budha dan lain-lain. Tuduhan negative terhadap suatu agama itu harus dibuang jauh-jauh. Apakah Buddha mengizinkan umatnya untuk menghancurkan masjid di India ? Ternyata tidak. Buddha selalu mengatakan dengan kecintaan akhlak, begitu juga Musa, Isa, dan Muhammad SAW.
Dia memberikan solusi bahwa ada dua pilihan hidup di dunia ini. Kita menjadikan kehidupan sebuah rahmat atau kehidupan dihancurkan oleh globalisme. Supaya kita menjadi rahmat, maka kita harus saling mengakui fluralisme, di antara tanda-tanda kebesaran Tuhan, penciptaan dunia ini dan perbedaan lidah dan bahasa kita, kita harus mengembalikan integrasi dan kerjasama sesama kita seperti terjadi di Bosnia dan Herzegovina dan Kroasia. Ini yang harus ditinjau kembali. Jangan membagi-bagi dan mengkotak-kotakkan.
"Bumi ini diciptakan untuk makhluk hidup. Untuk kita semua. Semua berhak hidup di bumi ini, agama apa pun, Islam, Kristen Budha, dan lain-lain. Kita harus berpacu untuk menghidupkan manusia dan memuliakan manusia demi keberlangsungan hidup mereka. Kita harus membela orang yang dizholimi," katanya.
Sementara itu, dalam kata sambutannya Menag Maftuh Basyuni mengatakan, semangat perdamaian, kerukunan, toleransi dan keterbukaan merupakan semangat dasar yang dianut oleh semua agama dan keyakinan yang ada di tanah air.
‘’Oleh karena itu, terorisme dan paham keagamaan radikal sepenuhnya dapat dipandang sebagai musuh semua agam,’’ katanya.
Menurut Maftuh Basyuni, dalam konteks ajaran Islam, semangat perdamaian dan toleransi antarumat memiliki landasan legitimasi yang kokoh, karena ajaran ini hadir dengan misi rahmatan lil alamin.
Misi rahmatan lil alamin, kata Menag, yakni menciptakan peradaban yang penuh kasih dan damai, tidak saja bagi umat manusia seluruhnya, apa pun penghuni alam raya. Untuk itu, paradigma Islam sebagai rahmatan lil alamin harus terus dikedepankan, dan disebarluaskan agar menjadi arus utama pemahaman keagamaan dalam Islam yang termanifestasikan dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.
Menag menjelaskan bangsa Indonesia adalah bangsa yang hidup dalam suasana pluralitas suku, asal usul, ras, budaya dan agama, sehingga terbiasa dengan berbagai perbedaan, dan menerima perbedaan tersebut dengan prinsip hidup berdampingan secara damai. Prinsip ini sudah sejak lama berjalan dengan baik dalam balutan semangat kesatuan yang terekspresikan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Sayangnya, lanjut Menag, dalam mengarungi arus modernisasi dan derap perubahan sosial yang cepat, kedamaian yang sudah berlangsung lama itu terganggu dengan munculknya konflik-konflik sosial dengan semangat pembedaan dan pembelaan etnik dan agama, sehingga integritas ke Indonesiaan dan kerukunan, terutama kerukunan umat beragama yang pernah dibanggakan bahkan diakui oleh bangsa lain.
Dari hasil-hasil kajian dan penelitian yang dilakukan banyak pihak, menunjukkan bahwa apa yang dinamakan konflik social bernuansa agama yang terjadi selama ini pada hakikatnya bukan disebabkan oleh agama itu sendiri, melainkan oleh perilaku keserakahan dan ketidakadilan individu maupun kelompok terhadap akses kepada bidang politki, kekuasaan, dan ekonomi.
Dia mengatakan konflik kepentingan seperti ini yang kemudian dibalut dengan simbol-simbol, sentimen dan semangat keagamaan, memunculkan tindak kekerasan dan kerusuhan sosial, termasuk aksi terorisme yang mengatasnamakan agama.
"Kita sangat prihatin, ketika Islam yang merupakan agama yang dianut oleh mayoritas bangsa Indonesia dikaitkan dengan aksi-aksi terorisme yang dilakukan oleh segelintir orang yang memiliki pemahaman keagamaan menyimpang dari mainsream pemikiran Islam," paparnya.
Untuk itu, kata Menag, kita sangat menyayangkan adanya penyimpangan pemahaman keagamaan yang berdampak pada terganggunya persatuan dan kesatuan, serta bangunan toleransi dan keadamian yang telah kita bangun selama ini. DJO

Kamis, 08 Oktober 2009

SidoMuncul Bantu Korban Gempa Sumbar





Galang Dana Bersama Rekan Sejawat Terkumpul Rp 1.749.750.000


Gempa yang melanda Padang dan sekitarnya dengan kekuatan 7,6 SR pada 30 September 2009 lalu, meluluh-lantakkan kota Padang dan Pariaman, Sumatera Barat mengakibatkan kerugian materi yang besar dan merenggut 800-an korban jiwa.
Tim Sido Muncul dipimpin langsung oleh Irwan Hidayat, Direktur Utama PT SidoMuncul didampingi ikon Kuku Bima Energi, Donny Kesuma dan artis Nina Tamam meninjau langsung lokasi gempa di wilayah kota Padang dan Pariaman, Sumatera Barat untuk memberikan bantuan secara langsung bagi para korban.
Sebelumnya PT Sido Muncul melalui produk-produk unggulannya Tolak Angin dan Kuku Bima Energi juga memberikan bantuan bagi korban gempa Tasikmalaya, Garut, Jawa Barat, September yang lalu senilai Rp 850 juta.
“Kami langsung mendatangi lokasi bencana agar kami bisa cepat berada di lokasi bencana untuk membantu para korban, baik yang selamat maupun yang mengalami cedera berat, yang saat ini dirawat di rumah sakit maupun di tenda-tenda darurat halaman rumah sakit yang hancur akibat gempa,” ujar Irwan Hidayat.
PT Sido Muncul segera memberikan bantuan berupa pakaian, obat-obatan yang umumnya digunakan di daerah bencana, obat-obatan yang berkaitan dengan patah tulang /implant, alat-alat kesehatan dan produk-produk Sido Muncul seperti Tolak Angin Cair, Tolak Angin Flu, Kuku Bima Energi dan Kuku Bima Kopi Energi.
Irwan Hidayat menjelaskan, saat ini pihaknya menggalang dana dari para kolega untuk para korban gempa Padang. Para kolega terdiri dari perwakilan, distributor Sido Muncul seluruh Indonesia dan sejumlah perusahaan dan perorangan.
PT Sido Muncul sendiri memberikan bantuan senilai Rp 1 miliar. Sementara hasil penggalangan dana dari rekan sejawat Sido Muncul sebanyak Rp 754.750.000,- sehingga total bantuan yang diberikan Sido Muncul dan rekan sebesar Rp 1.754.750.000,-. Pemberian bantuan akan diberikan dalam dua tahap. Pada tahap pertama sumbangan senilai Rp 1.005.000.000,-
Bantuan pada tahap pertama akan diberikan melalui beberapa lembaga pemerintahan, lembaga independen ataupun yayasan dengan perincian:
1. Kabupaten Padang Pariaman berupa uang tunai, pakaian dan produk-produk Sido Muncul senilai Rp 110 juta, bantuan perbaikan Masjid Kuraitaji Rp 10 juta melalui Walikota Padang.
2. Kabupaten Pariaman berupa uang tunai, pakaian dan produk-produk Sido Muncul senilai Rp 110 juta melalui Bupati setempat.
3. Kodya Padang senilai Rp 100 juta.
4. Paroki Padang senilai Rp 75 juta.
5. Yayasan Himpunan Tjinta Teman (HTT) senilai Rp 50 juta.
6. Himpunan Bersatu Teguh (HBT) senilai Rp 50 juta.
7. Melalui Dompet Dhuafa Singgalang senilai Rp 50 juta.
8. Pengiriman Tenaga Medis (Dr. Orthopedi, Obat Implant dan alat-alat kesehatan) senilai Rp 200 juta. Tenaga medis yang dikirimkan diantaranya: dr. Lianda Tamara; dr. Lia Marliana; dr. Jachja Achmad; dr. Febrianti; dr. Patilasa Trisna Nilawati; dr. Ian Afiana; dr. Irwan Yusuf dan dr. Hafiz Nafiudin.
9. Pengobatan Rumah Sakit Yos Sudarso senilai Rp 150 juta.
10. Bantuan pengadaan air bersih melalui Yayasan Dian Desa senilai Rp 100 juta. DJO

Senin, 05 Oktober 2009

Kantor Depag Thamrin Diresmikan



Menag: Kita Jaga Kerukunan Umat Beragama


Teks Foto: Didampingi Mantan Menteri Agama Malik Fajar, Sekjen Depag Bahrul Hayat dan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni, Menag M. Maftuh Basyuni menandatangani prasasti peresmian gedung baru Departemen Agama di Jl.MH Thamrin No.6 Jakarta Pusat,Senin (5/10).

Jakarta: Guna meningkatkan persatuan dan kesatuan umat beragama, Departemen Agama mengumpulkan semua direktorat pembinaan masyarakat dalam satu gedung baru yang refresentatif, yaitu Ditjen Bimas Islam, Ditjen Bimas Kristen Protestan, Ditjen Bimas Katolik, Ditjen Bimas Hindu, Ditjen Bimas Budha, dan Kong Huchu.
Selain itu di dalam gedung berlantai 20 ini akan diisi untuk Balitbang dan Diklat Depag, enam Bimas. Mereka dikumpulkan dalam satu gedung agar kerukunan umat beragama tetap terjaga. Bahkan semakin rukun, jika Lembaga Kerukunan Umat Beragama (LKUB) juga ditempatkan di gedung megah itu.
"Kami mengharapkan gedung ini dapat mempererat persatuan dan kesatuan. Semua agama yang diakui di Indonesia mendapat tempat di sini. Untuk itu jangan ada lagi pertentangan,’’ kata Menag Maftuh Basyuni saat meresmikan penggunaan gedung kantor Departemen Agama di Jalan MH Thamrin Jakarta, Senin siang (5/10).
Menurut Menag, pertentangan itu tidak ada yang benar, semuanya salah. ‘’Yang benar itu kita harus rukun satu sama lainnya," kata Menag.
Lebih lanuut Maftuh menjelaskan, gedung ini dibangun di lokasi gedung utama Departemen Agama yang mulai digunakan sebagai kantor pusat sejak 1963 pada masa Menteri Agama almarhum KH Syaifuddin Zuhri. Ide mendirikan kantor pusat yang dapat menampung seluruh kegiatan Departemen Agama di Jalan MH Thamrin ini muncul sejak lama, bahkan sebelumnya sempat terbengkalai pembangunannya.
Hadir dalam acara tersebut mantan Menag H Malik Fadjar, Sekjen Depag Bahrul Hayat, Walikota Jakarta Pusat Hj Sylvia Murni, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Ali Mustafa Yaqub dan sejumlah undangan lainnya.
Menurut Menag, beberapa Menteri Agama setelah periode KH Saifuddin Zuhri, yaitu almarhum KH Mohammad Dachlan, Prof Dr HA Mukti Ali dan H Alamsjah Ratu Prawiranegara berkantor di Jalan MH Thamrin No. 6 ini, sebelum adanya gedung di Jalan Lapangan Banteng Barat yang diresmikan oleh Menteri Agama almarhum H Munawir Sjadzali MA.
Keberadaan gedung perkantoran Departemen Agama di lokasi yang amat strategis ini, lanjut Menag, dipertahankan karena merupakan salah satu tapak sejarah Departemen Agama.
"Kepada jajaran Departemen Agama, saya berpesan peliharalah gedung ini sebaik-baiknya dan pancarkan misi Departemen Agama dari tempat ini," katanya. DJO